Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Orang Indonesia dan Myanmar Paling Suka Bederma

Selasa 05 September 2017 15:53 WIB

Rep: Carol Raabus/ Red: Budi Raharjo

Bederma (ilustrasi)

Bederma (ilustrasi)

Foto: ABC News

REPUBLIKA.CO.ID,Jumlah dana sumbangan yang diberikan oleh warga Australia di tahun 2016 meningkat, namun jumlah orang yang memberikan sumbangan menurun.

Dalam laporan WGI (World Giving Indeks) yang memberikan peringkat keseluruhan mengenai warga negara mana yang paling sering memberikan kepada orang lain, Indonesia berada di peringkat kedua setelah Myanmar. Indeks dunia itu mengumpulkan data dari tiga kriteria dalam membantu, yaitu membantu orang tidak dikenal, memberikan sumbangan uang, dan menjadi relawan.

Di Australia, jumlah uang yang disumbangkan warga untuk badan amal mencapai angka 12,5 miliar dolar AS di tahun keuangan 2015-2016 naik dari 10,1 miliar dolar AS di tahun 2005. "Namun persentase warga yang menyumbang menurun," kata Nicholas Hookway dari University of Tasmania di Hobart. "Dulu sekitar 87 persen, sekarang angkanya 80 persen."

Dalam keahliannya, Dr Hookway meneliti mengenai nilai budaya dan moral warga Australia. "Ada berbagai hal bagus yang terjadi di sektor amal, namun ada juga beberapa hal yang patut menjadi keprihatinan." kata Hookway kepada ABC Radio Hobart.  "Wajah dunia badan amal dan relawan pada umumnya berubah di Australia."

Dr Hookway mengatakan bahwa mereka yang menjadi relawan untuk badan amal atau organisasi kemasyarakakan besar kemungkinan akan memberi sumbangan uang dibandingkan mereka yang tidak menjadi relawan. "Salah satu hal itu adalah para relawan memberi sumbangan lebih banyak."

"Jadi di sini kita melihat adanya hubungan antara relawan dan penyumbang.. jadi mereka yang menjadi relawan akan menyumbang dua kali lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak menjadi relawan.'

"Diperkirakan sekitar 43 persen warga Australia menjadi relawan."

Peringkat Australia turun di World Giving Index

Dr Hookway mengatakan penelitian yang dilakukannya menunjukkan bahwa warga Australia pada umumnya melihat diri mereka sendiri sebagai orang yang baik hati.

"Kebanyakan warga Australia melihat diri mereka sendiri sebagai orang yang baik, dan mereka melihat warga Australia pada umumnya juga baik, dan setuju bahwa penting sekali untuk baik terhadap sesama."

"Australia memiliki reputasi sebagai tempat yang baik dan ramah"

Namun dengan menurunnya jumlah mereka yang memberikan sumbangan, membuat peringkat Australia di World Giving Index (WGI) juga menurun.

10 Peringkat utama WGI

Peringkat WGI ini menempatkan negara berdasarkan kriteria pemberian: membantu orang tidak dikenal, memberikan sumbangan uang dan menghabiskan waktu menjadi relawan.

Di tahun 2016, Australia menduduki peringkat ketiga.

Dan dalam peringkat terbaru, Australia turun ke peringkat keenam.

Laporan yang dibuat oleh badan bernama Charities Aid Foundation juga menyebutkan secara global terjadi penurunan angka pemberian tahun lalu.

Namun di Australia meski ada penurunan jumlah orang yang memberikan sumbangan, sektor amal masih merupakan biisnis besar, kata Dr Hookway.

"Ada sekitar 50 ribu lembaga amal terdaftar di Australia." katanya.

"Secara keseluruhan nilainya 154 miliar dolar AS, sehingga menjadi industri yang lebih besar dari industri listrik, gas, air, juga pertanian, kehutanan dan perikanan." kata Dr Hookway.

Diterjemahkan pukul 15:20 AEST 5/9/2017 oleh Sastra Wijaya dan simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini.

Sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/australia-kurang-menderma/8874756
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA