Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Seniman Melbourne Dituduh Sebarkan Pornografi Anak

Rabu 05 Jun 2013 13:16 WIB

Red:

Karya seniman Paul Yore yang diduga memuat konten pornografi

Karya seniman Paul Yore yang diduga memuat konten pornografi

MELBOURNE -- Seniman dari Melbourne, Paul Yore, diduga melakukan kejahatan dengan menyebarkan konten pornografi. Sejumlah karya miliknya disita kepolisian.

Pihak Kepolisian mengatakan Paul Yore (25) dituduh memproduksi dan memiliki materi pornografi anak, setelah petugas menemukan beberapa dari karya-karyanya di galeri miliknya itu di pinggiran kota Melbourne St Kilda pada akhir pekan lalu.

Paul Yore telah dimintai keterangan berkaitan dengan karyanya oleh Polisi dan dibebaskan sambil menunggu surat panggilan dari Pengadilan.

Detektif menggerebeg sebuah pusat kesenian, Linden Centre for Contemporary Art pada Sabtu lalu dan mencopot karya gambar dan instalasi Yore.

Karya itu diduga menggambarkan tindakan seksual dengan wajah anak-anak.  Instalasi karya Yore dipamerkan sebagai bagian dari pameran yang dirancang untuk memberi penghormatan kepada seniman Australia, Mike Brown.

Laman internet milik The Linden Centre  for Contemporary Art menggambarkan Brown sebagai orang yang menantang dunia seni kolase dengan pornografi, sindiran politik dan pendekatan apapun untuk menghasilkan karya seni.

Instalasi Yore itu, berjudul  Everything is F***** ’ menggunakan kolase poster, mainan plastik dan barang-barang sekali pakai untuk menciptakan ruang warna-warni dan berantakan.

Dalam materi promosi di website galeri, Yore mengatakan tujuan seninya  untuk menyatukan elemen dislokasi seperti air mancur, detritus warna-warni dan dekorasi benda agar menciptakan ruang simbolik.

Tamara Winikoff, dari Asosiasi Nasional untuk Seni Visual, mengatakan ada berbagai hal yang dipertimbangkan seniman  ketika menghasilkan karya kontroversial. "Apa yang dia buat jelas berniat untuk menjadi seni. Karya itu sedang dipamerkan di sebuah ruang seni. Akses Rakyat untuk seni adalah keharusan dan kebebasan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA