Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

In Picture: Lintas Ekonomi dan Bisnis

Sabtu 30 Desember 2017 19:23 WIB

Rep: Republika, Antara Foto/ Red: Yogi Ardhi Cahyadi

Foto: Andreas Fitri Atmoko/Antara

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita meresmikan Pasar Pingit Yogyakarta pada Sabtu (30/12). Pasar yang letaknya tak jauh dari Tugu Yogya ini sebenarnya merupakan pasar yang telah lama menjadi andalan sebagian masyarakat Yogya.

Namun, karena pasar itu dinilai kurang representatif, maka pemerintah melakukan revitalisasi terhadap pasar itu pada 2016. Kini, Pasar Pingit memiliki bangunan yang lebih representatif dengan kapasitas 173 unit los dan 32 unit lapak.

"Total ada lima pasar di DIY yang diresmikan. Seremonialnya di pusatkan di Pasar Pingit," kata Enggartiasto Lukita disela acara peresmian. Kelima pasar itu adalah Pasar Pingit, Pasar Semin, Pasar Trowono, Pasar Sentolo dan Pasar Telukan.

 

Sementara itu PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) selama ini dikenal sebagai produsen dan penyalur pupuk urea, pupuk organik, pupuk NPK dan amonia. Dari seluruh produksi tersebut salah satunya, tidak akan lagi didistribusikan PT Pusri.


"Mulai tahun depan PT Pusri menghentikan penyaluran pupuk organik ke lima provinsi yang berada di bawah tanggung jawab pemasaran PT Pusri," kata GM Distribusi dan Pemasaran PT Pusri Palembang Syarif Usman, Sabtu (30/12).

Menurut Syarif Usman Pusri tidak memproduksi pupuk organik karena yang memproduksi adalah mitra dari PT Pusri. Selama ini produksi yang dihasilkan mitra Pusri tidak mencapai target hanya sekitar 54 persen sampai 60 persen.  "Kini penyaluran pupuk organik diserahkan kepada Petrokimia Gresik," ujarnya.

Sumber : Republika, Antara Foto

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA