Friday, 7 Zulqaidah 1439 / 20 July 2018

Friday, 7 Zulqaidah 1439 / 20 July 2018

In Picture: PBNU Kecam Keputusan Trump

Kamis 07 December 2017 17:41 WIB

Rep: mg02/ Red: Mohamad Amin Madani

Foto: Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengkritik keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang mengakui kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menegaskan, hal ini berpotensi meluasnya pelanggaran terhadap Prinsip Hukum Humaniter sebagaimana diatur dalam Protokol Tambahan I Tahun 1977 Pasal 53 menentukan perlindungan bagi objek-objek budaya dan tempat pemujaan. "Posisi kami sejak dulu tegas mendukung kemerdekaan Palestina," ujar Helmy di Gedung PBNU, Kamis (7/12).


Sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan Yerussalem merupakan ibu kota Israel merupakan suatu tindakan yang akan mengacaukan dan merusak perdamalan dunia. Sikap tersebut akan membuat situasi dunia menjadi semakin panas dan mengarah pada konflik yang tak berkesudahan.

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA