Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Mau Kaya? Berinvestasi Jawabannya (1)

Senin 19 May 2014 16:43 WIB

Rep: Desy Susilawati, Qommarria Rostanti/ Red: Indira Rezkisari

Inflasi yang tinggi membuat golongan muda dan produktif perlu memikirkan masa depannya sejak sekarang.

Inflasi yang tinggi membuat golongan muda dan produktif perlu memikirkan masa depannya sejak sekarang.

Foto: Prayogi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Bagi golongan menengah Indonesia, berinvestasi seharusnya merupakan sebuah kebutuhan. Inflasi yang terus melonjak nilainya, sementara kenaikan gaji yang kenaikannya belum tentu sebesar inflasi membuat siapa pun mau tak mau butuh berinvestasi. 

Kasus investasi yang akhirnya merugikan investor, alias investasi bodong, tapi sedikit banyak menciutkan niat berinvestasi. Siapa yang rela uang hasil kerja kerasnya hilang tanpa bekas, meninggalkan justru masa depan yang lebih suram. 

Menurut perencana keuangan Pandji Harsanto, CFP, bagi kaum muda atau yang masih berusia produktif, investasi merupakan sebuah kebutuhan, bukan pilihan. 

Mengapa? Dengan meningkatnya inflasi di masa depan kebutuhan penting, seperti dana pendidikan dan dana pensiun, sudah pasti membutuhkan dana yang jumlahnya tidak sedikit. 

Jika saat ini dana pendidikan memerlukan biaya ratusan juta, sudah pasti biaya tersebut akan menjadi miliaran rupiah pada masa depan. Jika harus dipaksa menabung untuk mencapai biaya pendidikan tersebut maka akan terasa sangat berat. Dengan jangka waktu yang masih panjang (di atas lima tahun) maka pilihan yang bijak adalah dengan berinvestasi.

“Mumpung kita masih muda, masih sehat, masih gesit, masih produktif segala bidang, dan terpenting masih diperhatikan Tuhan, lakukanlah perencanaan sedini mungkin untuk keuangan pribadi Anda. Lebih baik boros di masa pensiun karena uang tidak akan kita bawa ke surga daripada boros di masa muda kita,” ujarnya.

Menurut Pandji, berhemat bukan pangkal kaya, investasilah pangkal kaya. Tidak perlu kaya untuk mulai investasi, tapi untuk menjadi kaya mulailah berinvestasi. “Masa pensiun bahagia siapa yang tidak mau ? Do it now,” katanya menyarankan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA