Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Anak Sangat Aktif, Ini Istimewanya

Jumat 06 Sep 2013 15:04 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Endah Hapsari

Anak aktif/ilustrasi

Anak aktif/ilustrasi

Foto: leapfrogs.com.au

REPUBLIKA.CO.ID, Anak yang bergerak aktif kadang membuat orang tuanya kewalahan. Jangan bingung dulu bila anak tak bisa diam sebab gerakan-gerakan anak justru mengasah kecerdasannya. Semakin banyak bergerak, anak pun bisa semakin cerdas.

Pendapat tersebut diutarakan oleh konsultan neuroscience terapan dari Smart Brain Energy, Anne Gracia. Menurutnya, banyak gerak bisa membuat anak cerdas karena gerakan dapat membuat anak terlatih. “Dan, semakin sering dilatih maka fungsi otak akan berkembang,” ujarnya.

Orang tua lalu ditegaskan Anne penting untuk merangsang anaknya agar banyak bergerak. Stimulasi yang dimaksud adalah stimulasi neurokinestetik, yaitu bagian dari neuroscience terapan yang merupakan salah satu bentuk stimulasi yang dapat merangsang sel-sel otak anak berkembang dengan baik membentuk kecerdasan kinestetik. Sehingga, dapat mendukung berkembangnya kecerdasan majemuk anak.

“Ada delapan kecerdasan majemuk yang dapat berkembang melalui stimulasi neurokinestetik, seperti cerdas bahasa, cerdas matematika, cerdas spasial, cerdas fisik, cerdas musik, cerdas interpersonal, cerdas intrapersonal, dan cerdas alam,” jelasnya.

Ia menambahkan, kecerdasan kinestetik merupakan kemampuan kematangan saraf yang mematangkan gerak refleks menjadi gerak yang terkendali dan terkoordinasi. Integrasi yang baik antara proses berpikir dan tubuh secara simultan pada akhirnya menghasilkan gerak yang mempunyai tujuan, gerakan yang indah. Hal ini terkait dengan panca indra dan dua sistem keseimbangan, sebagai penerima rangsang. “Banyak gerak membuat anak cerdas karena gerak membuat anak terlatih. Semakin sering dilatih, fungsi otak akan berkembang,” tegasnya.

Dr dr Yetty Ramli SpSK dari Departemen Neurologi FKUI-RSCM menambahkan, anak memiliki kemampuan motorik, kognitif, dan sosialisasi. Kemampuan motorik didapat dari kinestetik atau gerak. Perkembangan kinestetik anak kemudian bisa memengaruhi perkembangan otak. “Anak yang gerakan motoriknya mencapai kemampuan maksimal akan memengaruhi perkembangan otak selanjutnya termasuk kognitifnya,” ujarnya.

Kemampuan motorik secara maksimal, lanjutnya, bisa ditandai dari keseimbangan tubuhnya. Jika keseimbangan tubuhnya bagus, anak akan mampu berkembang ke tingkat lebih tinggi. Misalnya, setelah bisa berjalan anak bisa bersepeda. Selain itu, anak juga akan bermain dengan gembira, sosialisasinya bagus, anak tidak takut bertemu dengan siapa saja, anak bisa bergaul, kemampuan bicara anak baik, dan intelektual anak baik. 

Anak yang memiliki kemampuan kinestetik baik, menurut Yetty, juga akan memiliki rasa percaya diri yang baik. Tidak hanya karena memiliki postur tubuh yang baik, namun juga karena memiliki daya kognitif yang baik. Sebaliknya, bila kemampuan kinestetik anak tidak baik perkembangannya pun terhambat. Sebab, kemampuan motorik anak merupakan dasar perkembangan selanjutnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA