Senin 08 Apr 2013 09:13 WIB

Bila Harus Serumah dengan Mertua

Rep: Reiny Dwinanda/ Red: Endah Hapsari
Jika harus tinggal serumah dengan mertua, urusan pola asuh anak bisa menjadi masalah/ilustrasi
Foto: vidayfamilia.univision.com
Jika harus tinggal serumah dengan mertua, urusan pola asuh anak bisa menjadi masalah/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Jika harus serumah dengan orangtua atau mertua, ada masalah yang bakal muncul. Satu di antaranya adalah urusan pola asuh anak yang berbeda. Mertua dan menantu sering merasa paling benar dalam mengasuh anak. Si nenek lebih pro ke pengasuhan tradisional, sedang menantu sudah lebih modern. Perbedaan pendapat itulah yang menjadi konflik paling seru di dalam rumah tangga. 

 

Namun, benarkah solusi soal ini adalah pindah rumah? Menurut psikolog Tia Rahmania, pindah rumah bukan solusi yang tepat untuk menghadapi perbedaan pola asuh. Tinggal serumah dengan kakek dan nenek malah lebih baik bagi anak. Dia akan menjadi lebih dekat dengan keluarga besarnya. “Ada cucu di rumah juga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kakek dan nenek,” jelas Tia Rahmania.

Akan tetapi, pindah rumah memang bisa memudahkan orang tua untuk menerapkan aturan tunggal. Sebaiknya, sebelum memutuskan pindah rumah, sudah dengan persiapan yang matang. Pahami, meskipun anak mendapat kasih sayang berlimpah dari orang-orang disekitarnya, perhatian dari orang tua tetap yang lebih utama. 

Tentunya, anak tak baik tinggal di asuh dengan standar ganda. Dia akan belajar memilih menaati aturan yang lebih “aman”. “Anak nantinya akan sulit diatur, bahkan oleh orang tuanya sendiri,” imbuh Tia.

Untuk itu, orang dewasa harus bersikap bijaksana. Carilah kesepakatan yang sesuai dalam merawat anak sekaligus cucu. Bangunlah sikap saling menghargai. “Terlebih, semuanya memang sama-sama ingin memberikan yang terbaik bagi si anak,” ujar Tia.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement