Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Balita Anda Kegendutan? Hati-Hati, Ini Bahayanya

Rabu 13 Feb 2013 10:07 WIB

Red: Endah Hapsari

Obesitas

Obesitas

REPUBLIKA.CO.ID, Bukan hanya orang dewasa, anak kecil usia balita pun ternyata perlu untuk memerhatikan asupan makanannya untuk menjaga berat badannya karena diperkirakan 70 persen anak yang mengalami kegemukan pada usia 5 tahun akan menderita obesitas ketika dewasa.

"Jika tetap kegemukan saat dewasa, akan mendekatkan diri dengan menderita stroke, pecahnya pembuluh darah di otak atau diabetes," ujar Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Prof Dr Hardinsyah, MS.

Hardinsyah menyarankan bagi orang tua yang anaknya tetap mengalami kegemukan selepas usia tiga tahun untuk menjaga asupan makanannya, serta menambah aktivitas fisik bagi anak untuk mengurangi berat badannya seperti memasukkannya ke "playgroup".

"Tapi kalau anaknya gemuk dan usianya belum tiga tahun, memang harus diatur asupan makanannya, tidak ada cara lain," ucapnya.

Namun, Hardinsyah menegaskan bahwa mengatur asupan makanan bagi balita tentu saja tidak sama dengan diet bagi orang dewasa karena balita masih mengalami pertumbuhan.

Dalam masa pertumbuhan seorang anak, gizi seimbang merupakan kunci bagi kesehatan anak yang berarti bahwa tidak boleh kekurangan gizi, meskipun tidak boleh kelebihan gizi juga.

"Gizi kurang sama berbahayanya dengan gizi lebih. Oleh karena itu dalam panduan dari Kementerian Kesehatan juga telah disebutkan bahwa gizi seimbang adalah asupan gizi yang memenuhi kebutuhan gizi anak, tidak menyebabkan kekurangan dan kelebihan gizi," papar Hardinsyah.

Masalah "beban ganda" gizi balita di Indonesia saat ini hampir seimbang yaitu anak yang memiliki berat kurang sekitar 17,9 persen dan anak yang mengalami kelebihan berat sebanyak 14 persen, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010.

Hardinsyah mengatakan mengatur asupan gizi seimbang seharusnya tidak susah dan tidak mahal namun banyak orang tua yang memiliki pengetahuan kurang ditambah dengan kesibukan bekerja, sehingga tidak dapat mengawasi gizi anaknya. "Yang penting bagi gizi anak itu adalah ada unsur nabati dan hewani untuk saling melengkapi. Hewani bisa dipilih dari daging, telur, ayam atau ikan," ujarnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA