Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Satu Korban Kapal Karam di Perairan Makassar Ditemukan

Ahad 17 Jun 2018 03:13 WIB

Red: Andri Saubani

Anggota kepolisian mengangkat jenazah salah satu korban kapal motor Arista yang tenggelam di Rumah Sakit Jala Ammari, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (13/6).

Anggota kepolisian mengangkat jenazah salah satu korban kapal motor Arista yang tenggelam di Rumah Sakit Jala Ammari, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (13/6).

Foto: Masyudi Syachban Firmansyah/AP
Kapal penumpang mengangkut 73 orang karam di Pelabuhan Paotere, Makassar.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Satu korban Kapal Motor Arista yang tenggelam bernama Ramla Tahir (4 tahun) berhasil ditemukan nelayan dan langsung dievakuasi tim penyelamat dalam keadaan meninggal dunia di Perairan Makassar, Sulawesi Selatan. "Korban berjenis kelamin perempuan ditemukan di sebelah timur Pulau Barrang Lompo atau 4 mil laut dari Pelabuhan Paotere Makassar dalam keadaan terapung," kata Kepala Basarnas Makassar Amiruddin di Pelabuhan setempat, Sabtu (16/6).

Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum, selanjutnya diidentifikasi serta pencocokan data dengan pihak keluarga. Penemuan jenazah tersebut menambah daftar korban jiwa kapal tenggelam KM Arista yang terjadi pada Rabu (13/6) di Perairan Makassar menjadi 17 orang.

"Tim penyelamat bergerak cepat setelah mendapat laporan dari nelayan bahwa ada mayat mengapung di laut sekitar pukul 10.23 WITA, selanjutnya dievakuasi ke dermaga pelabuhan," ucap Amir.

Setelah penemuan satu jenazah ini, kata dia, masih ada satu korban hilang lainnya, yakni Rusda (30), seorang perempuan, yang masih dicari gabungan tim penyelamat.

"Kami tetap melakukan pencarian korban sampai ditemukan, aturannya sampai tujuh hari sejak kejadian. Biasanya korban tenggelam akan terapung ke permukaan bila lebih dari tiga hari," tambahnya.

Sementara Kepala Polres Pelabuhan Makassar AKBP I W Suwanda saat penerimaan jenazah di Dermaga Pelabuhan Paotere setelah diidentifikasi di RS Bhayangkara mengatakan korban dibawa kepada keluarga di Pulau Barrang Lompo untuk dimakamkan. Jenazah korban tersebut diantar oleh kapal milik Ditpolair Polda Sulsel di dermaga pelabuhan setempat bersama tim Polair Sulsel dan PMI Makassar.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES