Imigrasi Palembang Selektif Terbitkan Paspor untuk Umrah
Kamis , 24 Jan 2019, 12:41 WIB

Antara/Raisan Al Farisi
Petugas melayani pemohon paspor.

IHRAM.CO.ID, PALEMBANG -- Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang, Sumatra Selatan, berupaya lebih selektif menerbitkan paspor untuk perjalanan ibadah umrah. Langkah itu ditempuh guna melindungi masyarakat dari travel umrah tidak berizin.

"Bagi masyarakat yang membuat paspor untuk kepentingan ibadah umrah diwajibkan melengkapi persyaratan rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama setempat sehingga jika mendaftar umrah pada travel yang tidak memiliki izin resmi tidak akan diterbitkan paspornya," kata Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang, Triman, Kamis (24/1).

Menurut dia, hingga kini masih cukup banyak kasus penipuan terhadap masyarakat yang akan melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci Makkah. Masyarakat yang memiliki harapan besar untuk beribadah umrah itu tidak sedikit yang kecewa ketika pada hari pemberangkatan agen perjalanan umrah tidak bisa memberangkatkan mereka dengan berbagai alasan. Bahkan, ada yang membawa lari uang ongkos umrah.

Dengan diterapkan aturan ketat dalam penerbitan paspor umrah itu, diharapkan dapat dilakukan pencegahan dini masyarakat menjadi korban penipuan biro perjalanan umrah tidak berizin. Kasubag Humas Kanwil Kemenag Sumsel Saefudin Latief menjelaskan sejak Maret 2017 mulai diterapkan aturan pembuatan paspor untuk haji dan umrah wajib dilengkapi rekomendasi kantor Kemenang kabupaten/kota setempat atau sesuai dengan alamat calon jamaah.

Aturan yang diterbitkan Kemenag tersebut merupakan upaya menertibkan biro perjalanan yang tidak bertanggung jawab, seperti membawa lari uang ongkos umrah serta menelantarkan jamaahnya. Aturan diharapkan dapat memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi masyarakat yang akan beribadah ke Tanah Suci.

Selain itu, juga dapat mengetahui secara rinci jumlah masyarakat yang berangkat. Bisa juga digunakan untuk mengetahui travel mana saja yang rutin memberangkatkan jamaah setiap tahun.

Redaktur : Ani Nursalikah
Sumber : Antara

BERITA LAINNYA