Hanya Oknum yang Jadikan Umrah dan Haji Modus Jadi TKI
Sabtu , 15 Dec 2018, 20:42 WIB

Antara
Umrah (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, BOGOR -- Sejumlah biro perjalanan haji dan umrah di Kota Bogor menyayangkan pernyataan Dirjen Imigrasi, Rony F Sompie yang menyebut ibadah haji atau umrah menjadi modus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal masuk Saudi. Direktur Biro Syiar Travel Haji dan Umrah, Hendri mengatakan sangat menyayangkan pernyataan yang disampaikan oleh Dirjen Imigrasi tersebut.

“Saya menyayangkan banget pernyataan itu. Secara fakta itu memang ada yang begitu, tapi itu sebagian kecil, hanya oknum. Nah sebagian kecil itu kemudian tidak bisa dijadikan sebagai alasan dan kemudian mengeneralisir bahwasanya haji dan umrah itu nanti dipakai TKI illegal,” ungkap Hendri, Jumat (14/12).

Selain itu, Hendri juga mengatakan kalau fakta yang ada di masyarakat justru banyak dari jamaah haji dan umrah Indonesia yang memang berniat datang ke Baitullah untuk beribadah. “Saya secara pribadi memohon kepada Pak Dirjen untuk merivisi dan mungkin lebih bagusnya memohon maaf atas kekhilafan ini, karena jelas ini tidak sesuai dengan realitas yang terjadi,” ungkap laki-laki yang biasa dipanggil Gus Uwis ini.

Di tempat lain, Republika.co.id menemui Budi Cahyono selaku Penanggung Jawab Operasional Alf Falah Tour dan Travel yang berlokasi di Kabupaten Bogor. Budi yang ditemui di kantornya mengatakan, pernyataan tersebut bukanlah hal yang baru. Budi menganggap, adanya jamaah haji atau umrah yang menjadi TKI illegal itu tergantung dari biro travelnya.

“Saya yakin travel yang berizin, mereka akan berhitung ulang. Mereka akan release kalau mendapatkan indikasi calon jamaah haji atau umrah seperti ini, jadi janganlah,” ungkap Budi.

Dia pun membenarkan kalau memang ada kasus jamaah umrah yang menjadi TKI illegal berdasarkan informasi yang diterima sebelumnya. Namun dia mengatakan jumlahnya tidak banyak.

Budi mengatakan, biro travelnya sendiri hampir setiap bulan memberangkatkan calon jamaah umrah. Terdapat dua kali keberangkatan dalam satu bulan. Setiap pemberangkatan bisa membawa 20 hingga 25 jamaah. Biro perjalanan Alf Falah baru mendapatkan surat izin pengadaan umrah pada bulan Juni 2017.        

Budi yang berasal dari Jember, Jawa Timur ini menyampaikan rata-rata jamaah umrah di berangkat ke Saudi berombongan bersama keluarganya. Dia mengaku, belum pernah ada yang berangkat sendiri. Kalaupun ada yang berangkat umrah sendiri dalam usia produktif, akan di cross check ke keluarganya untuk menghindari indikasi akan menjadi TKI illegal.

Sebelumnya, Sekertariat Jenderal Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi), H Riza Palupi meminta Dirjen Imigrasi Rony F Sompie, memberikan data berapa jumlah jamaah umrah atau haji yang menjadi TKI ilegal. Dia pun menyampaikan jika tidak bisa memberikan data, maka Rony harus meminta maaf kepada umat Islam karena telah melakukan tuduhan terhadap jamaah Indonesia.

 

Redaktur : Andi Nur Aminah
Reporter : mgrol118

BERITA LAINNYA