Jamaah Rute Makkah Malaysia Pertama Tiba di Bandara Jeddah
Senin , 30 Jul 2018, 11:51 WIB

Malaysian Digest
Calon jamaah haji Malaysia

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Sebanyak 482 jamaah dari Malaysia tiba dengan mekanisme Rute Makkah di Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) di Jeddah untuk pertama kalinya. Para pejabat Saudi dan Malaysia menyambut mereka pada Sabtu (29/7).

Para peziarah menyelesaikan semua prosedur kedatangan di Arab Saudi di titik embarkasi mereka sebelum keberangkatan di Malaysia. Ini adalah pertama kalinya Rute Makkah diterapkan di bandara Jeddah. Sebelumnya, Rute Makkah tersambung jalur cepat di bandara Madinah.

Baru dua negara yang menerapkannya yakni Indonesia dan Malaysia. Seluruh jamaah Malaysia sudah menerapkan inisiatif tersebut di semua titik keberangkatan. Sementara Indonesia baru menerapkan pada jamaah yang berangkat dari bandara Soekarno Hatta saja.

Pada Sabtu (29/7), para peziarah Malaysia diterima oleh Direktur Jenderal Paspor (Jawazat) Mayor Jenderal Sulaiman Al-Yahya, Konsul Jenderal Malaysia di Jeddah Mohammed Ali Bin Salamat, Direktur Jenderal Bandara Internasional King Abdulaziz Essam Fouad dan pejabat senior lainnya.

Al-Yahya mengatakan para pejabat dari Jawazat, Pusat Data Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Haji dan Umrah, Departemen Kesehatan, Departemen Bea Cukai dan Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) dikirim ke Malaysia dan Indonesia untuk menyelesaikan inisiatif dan segala prosedur.

"Para peziarah tidak akan menghabiskan waktu lama di bandara saat tiba di Jeddah atau Madinah. Mereka akan segera diangkut ke tempat akomodasi mereka di dua kota suci," katanya dilansir Saudi Gazette.

Dia mengatakan inisiatif Rute Makkah diluncurkan dalam rencana ambisius untuk meningkatkan layanan. Menurut Al-Yahya, inisiatif ini akan diperluas untuk jamaah dari negara-negara tambahan di masa depan.

Dengan jumlah jamaah yang tumbuh setiap tahun, pemerintah Saudi melakukan upaya serius untuk mempersingkat proses di bawah prakarsa "smart haj"nya. Inisiatif Rute Makkah bertujuan mempercepat prosedur perjalanan para peziarah ke Arab Saudi melalui gerbang elektronik terpadu.

Layanan yang disediakan termasuk mengeluarkan visa, bea cukai dan prosedur paspor, memfasilitasi persyaratan kesehatan, manajemen bagasi, dan pengaturan tempat tinggal di Makkah. Inisiatif ini juga mencakup pemeriksaan visa masuk ke Kerajaan di titik embarkasi.

Segala pengaturan perjalanan, termasuk persyaratan kesehatan, akan dikonfirmasi secara elektronik. Para peziarah check-out di ruang kedatangan seperti penumpang penerbangan domestik. Barang-barang mereka akan disortir dan langsung dikirim ke tempat tinggal mereka oleh Kementerian Haji.

 

 

Redaktur : Andi Nur Aminah
Reporter : Lida Puspaningtyas

BERITA LAINNYA