Jamaah Mudah ke Masjid Al-Haram
Kamis , 26 Jul 2018, 11:18 WIB

Republika/Ani Nursalikah
Jamaah haji Indonesia menunggu bus shalawat ke Masjid Al Haram untuk melaksanakan shalat ashar di Sektor 7, Makkah, Arab Saudi, 25 Agustus 2017.

IHRAM.CO.ID, Oleh: Erdy Nasrul dari Makkah, Arab Saudi

MAKKAH -- Jamaah haji Indonesia tak menemukan kendala untuk menuju Masjid al-Haram. Dari hotel tempat menginap, mereka dapat dengan mudah mengunjungi masjid suci baik dengan berjalan kaki maupun menumpangi bus shalat lima waktu (shalawat).

Kepala Daerah Kerja Makkah Endang Jumali menjelaskan hotel besar di Jarwal (sektor 11), al-Kiswah mampu menampung 15.567 orang. Di sana terdapat tiga dari lima menara yang disewa pemerintah Indonesia.

“Dua lainnya akan ditempati jamaah asal Eropa,” katanya di kawasan pemondokan tersebut pada Kamis (26/7).

Hotel Grand at-Taiser di sebelahnya juga dipersiapkan untuk jamaah Indonesia. Kapasitasnya mencapai 6.371 orang. Setiap kamar menampung empat orang. Tempat tidurnya berupa spring bed bersprei plus selimut. Dalam sepekan, sprei dan selimut jamaah akan dicuci dan diperbarui.

Kamar mandi dilengkapi dengan kloset duduk, wastafel, dan shower. Lantai dan dinding toilet dilapisi batu pualam cerah yang enak dipandang.

Fasilitas kotak penyimpanan dan kulkas kecil juga ada di setiap kamar. “Insya Allah jamaah akan nyaman tinggal di sini,” kata pria yang sehari-hari menjabat kepala subdirektorat bimbingan jamaah haji Kementerian Agama ini.

Jamaah mulai berdatangan secara bertahap. Kelompok terbang SUB 2, PDG 1, dan tiga lainnya akan menempati al-Kiswah. Jika sudah penuh, kloter berikutnya akan memenuhi penginapan sebelahnya. Hotel at-Taiser dan al-Kiswah hanya berjarak satu kilometer dari masjid suci.

Di sekitar hotel ini juga terdapat tempat belanja berbagai komoditas, seperti pakaian dan makanan. Jika sudah padat, jamaah akan berkumpul di sana berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia.

photo
Jamaah haji Indonesia membeli kurma muda kering di toko depan penginapan di sektor 601, Makkah, Arab Saudi, 24 Agustus 2017.

Ketika itu terjadi, Endang menambahkan, suasana Makkah berganti menjadi kampung Indonesia. “Seperti di rumah sendiri,” ujarnya.

Endang menyarankan jamaah haji tidak berjalan jauh meninggalkan area penginapan dan masjid suci. Mereka harus fokus menyelesaikan ibadah wajib. Jika ingin mengunjungi situs bersejarah, jamaah harus berkoordinasi dengan ketua regu dan rombongannya.

Mereka diimbau tidak memaksakan diri mendatangi tempat tersebut. Fisik mereka juga harus disiapkan untuk melaksanakan berbagai rangkaian ibadah. “Jangan sampai sakit karena mengunjungi tempat-tempat tadi,” katanya.

Kepala Sektor 11 Kusnul Hadi mengatakan jamaah akan mendapatkan kunci kamar. Koper mereka akan diantar ke kamar masing-masing sehingga mereka tak terlalu lelah.

Jamaah biasanya akan beristirahat sebentar. Setelah itu mereka akan menuju al-Haram untuk melaksanakan umrah wajib.

Berdasarkan pengalaman musim haji beberapa tahun lalu, tak ada persoalan keamanan di Jarwal. “Situasi kondusif. Tidak ada kasus-kasus yang menonjol. Tim perlindungan jamaah juga selalu siaga, sehingga jamaah bisa melapor kepada kami jika menemukan kejanggalan di lapangan,” kata Kusnul.

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Nirwan Satria mengatakan ada saja jamaah yang memenuhi tempat-tempat perbelanjaan. Mereka memborong berbagai komoditas untuk dibagikan kepada kerabat di Tanah Air.

Setelah itu, kondisi fisik mereka menurun karena kelelahan. Ditambah lagi jamaah tidak banyak meminum air putih. “Akhirnya sakit. Tak bisa maksimal beribadah. Kan sayang sekali,” kata Nirwan.

Jamaah diharapkan fokus beribadah. Kegiatan apa pun selainnya lebih baik dinomorduakan. Kesehatan jamaah adalah hal utama. Tim promotif preventif akan memberikan penyuluhan kepada jamaah di pemondokan.

Redaktur : Ani Nursalikah

BERITA LAINNYA