Istana Al-Zaher: Museum Sejarah dan Warisan dari Makkah
Kamis , 07 Jun 2018, 05:01 WIB

saudigazette.com
Istana Al Jaher di Makkah.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH - Istana Al-Zaher adalah salah satu jejak sejarah di Makkah. Bangunan ini adalah salah satu museum penting yang didedikasikan untuk sejarah kota suci ini.

Istana ini dibangun pada 1944. Kala itu bangunan ini menjadi salah satu markas bagi Raja Abdul Aziz ketika di Makkah. Para delegasi menggunakannya bertemu para pemimpin peziarah yang datang dari berbagai negara Islam.

Seperti dilansir Saudigazette, bangunan istana ini terdiri dari ruang bawah tanah dan terdiri dari dua lantai, di samping berbagai area lain untuk beragam penggunaan. Luas istana adalah 2.700 meter persegi yang 2.200 meter persegi dianytaranya adalah lantai dasar. Dan area yang tersisa yakni 500 meter persegi dipergunakannya sebagai taman yang mengelilingi bangunan utama. Taman ini terletak di pintu masuk utama depan yang dikelilingi oleh air mancur dan area yang ditanami pepohonan dan tanaman hijau.

Istana ini dibangun dengan batu berukir serta bergaya arsitektur Islam. Pengaruh ini tercermin dari berbagai segi, mulai distribusi internal kamar, balai, dan villa, bahkan hingga konfigurasi eksternal bangunan.

Langit-langit istana diperkuat dengan beton untuk membantu mempertahankan kekuatan dan daya tahannya. Meskipun beberapa dinding dipengaruhi oleh faktor waktu, bangunan ini masih menunjukkan kemunculan kemewahan dan keindahan yang menjadi ciri khas hari-hari yang membuat istana terkesan dibangun dengan kecemerlangan.

Istana King Abdul Aziz direnovasi di Al-Zaher di Makkah setelah keputusan dari Antiquities and Museums Agency. Bangunan lama  diubah dan dipulihkan kembali dengan memperbaiki semua yang dihancurkan untuk kemudian menjadikannya sebagai Museum Islam di Makkah.

Museum ini adalah salah satu yang paling penting di Arab Saudi. Ini berisi aula utama Arab Saudi, yang mencakup ruang koleksi untuk daerah Hijaz pada umumnya dan untuk Makkah pada khususnya. Selain itu terdapat aula untuk menggelar berbagai koleksi arkeologi dari sejarah Islam serta berbagai kaligrafi Arab sebagai nilai seni dan budaya Islam yang penting.

Baru-baru ini, museum bergabung dengan Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional dan didedikasikan untuk sejarah Mekkah. Komisi memasukkannya ke dalam sistem pembangunan proyek museum baru, yang meliputi: Museum Sejarah Islam di Istana Khuzam di Jeddah, Museum sejarah Mekah di Istana Al-Zaher, museum sejarah pemerintah Saudi di istana Raja Faisal di Makkah, serta museum sejarah pertempuran Islam.

Raja Salman telah memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk membangun istana ini dengan berkoordinasi dengan komisi yang akan membangun sebuah museum di lokasi Pertempuran Badar. Museum-museum tersebut diharapkan menjadi pusat perhatian pengunjung ketika melihat berbagai situs penting dalam sejarah Islam.

Redaktur : Muhammad Subarkah
Sumber : saudigazette