Petugas Fokus pada Titik Krusial Transportasi Armina
Selasa , 29 August 2017, 18:43 WIB

Republika/Didi Purwadi
Suasana armina, suasana arafah. (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Sejumlah titik krusial menjadi fokus tim layanan transportasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Subhan Cholid mengatakan, yang paling krusial adalah mengorganisir jamaah ketika pemberangkatan.

Ada empat tahap pemberangkatan, yakni Makkah-Arafah, Arafah-Muzdalifah, Muzdalifah-Mina dan Mina-Makkah. Subhan mengatakan, di lokasi pemberangkatan Makkah-Arafah, sebagian besar jamaah sudah mempersiapkan diri sejak pagi meski jadwal mereka baru akan berangkat sore.

"Kami sudah sampaikan pada seluruh petugas kloter dan pimpinan rombongan agar jadwal yang disusun disampaikan pada jamaah dan secara disiplin diikuti untuk mengurangi kelelahan jamaah," kata Subhan di sela Malam Konsolidasi Jelang Puncak Haji di kawasan Jarwal, Makkah, Senin (28/8) malam.

Dia mengimbau jamaah dari Arafah-Muzdalifah tidak perlu khawatir tidak terangkut. Seluruh jamaah dipastikan akan terangkut.

Titik krusial lainnya adalah rute Muzdalifah-Mina karena hanya ada jalan dan tenda. Pergerakan bus sering terganggu karena jamaah banyak berada di luar tenda memenuhi jalan-jalan. Selain itu, jalanan penuh dengan jamaah yang ingin segera menyelesaikan lempar jumrah. Akibatnya, mobilisasi bus terhambat dan lambat mengangkut jamaah.

Khusus jamaah yang mengambil nafar awal, pada 12 Dzulhijah Makkah berada pada puncak kepadatan sehingga ada kemungkinan bus sulit merapat ke depan hotel. Kemacetan itu khususnya di kawasan Aziziyah, Mahbas Jin, Syisyah dan Raudhah. "Biasanya pengemudi bus menawarkan jamaah jalan kaki dari pemberhentian terakhir karena kalau dengan bus memerlukan waktu berjam-jam," ujarnya.

Nafar awal, yakni jamaah hanya melontar jumrah di 10, 11, 12 Dzulhijah. Mereka hanya dua malam menginap di Mina dan meninggalkan Mina menuju Makkah pada 12 Dzulhijah sebelum matahari terbenam.

Sementara, nafar tsani atau nafar akhir, yakni jamaah melontar jumrah pada 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijah dengan total batu yang dilontar sebanyak 70 butir. Mereka menginap di Mina selama tiga malam dan meninggalkan Mina menuju Makkah pada 13 Dzulhijah.

Redaktur : Ilham Tirta
Reporter : Ani Nursalikah