Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Baznas Ajak Masyarakat Berkurban di Desa

Ahad 20 Agu 2017 16:46 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar aksi simpatik di area car free day Jalan Soedirman-Thamrin, Jakarta, Ahad (20/8).

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar aksi simpatik di area car free day Jalan Soedirman-Thamrin, Jakarta, Ahad (20/8).

Foto: Dok Humas Baznas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar aksi simpatik di area car free day Jalan Soedirman-Thamrin, Jakarta, Ahad (20/8). Melalui acara ini, Baznas hendak memberikan layanan sebaik-baiknya untuk masyarakat saat menunaikan ibadah kurbanpada Jumat (1/9) mendatang.

Direktur Koordinasi Penghimpunan, Komunikasi dan Informasi Zakat Nasional Baznas, Arifin Purwakananta, mengatakan, pihaknya hadir ke tengah masyarakat untuk menjemput bola sehingga memudahkan masyarakat menunaikan ibadah kurban. Pasalnya, kata dia, dalam kurban tidak hanya mengandung nilai ibadah namun ibadah kurban juga mampu menjadi instrumen untuk membangkitkan ekonomi umat terutama di kawasan pedesaan, bahkan mengurai permasalahan peternakan yang selama ini menjerat perternak. “Pembelian hewan kurban bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan peternakan rakyat, terutama di desa-desa,”ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (20/8).

Saat ini, menurut Arifin, petenakan di Indonesia didominasi oleh usaha rakyat, bukan industri peternakan besar. Di sisi lain, pertenakan rakyat Indonesia menghadapi masalah kapasitas produksi yang rendah dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat. Kapasitas produksi ini disebabkan oleh metode peternakan yang masih konvensional.

Karena itulah, meski menjadi tulang punggung peternakan Indonesia, namun nasib peternak tradisional di negeri ini juga tidak bagus. Para peternak kekurangan modal sehingga tidak mampu membeli indukan berkualitas, sulit memperoleh pakan bermutu serta kesulitan mencegah dan mengatasi wabah penyakit. Para peternak di desa-desa, sebagian besar juga tidak pernah merasakan enaknya daging ternak peliharaanya. Mereka hanya menjadi tukang menggembala tanpa pernah mendapatkan asupan protein. Karena itu, BAZNAS, mengajak masyarakat melaksanakan program Kurban Berdayakan Desa, yakni kurban yang bernilai ibadah namun memberikan manfaat kepada para peternak di desa. Caranya, dengan membeli, menyembelih dan mendistribusikan daging kurban di desa. “Sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat pedesaan, meningkatkan taraf hidup masyarakat dan sumber. Selain itu ada peningkatan gizi dan ekonomi para penerima manfaat di desa," kata dia.

Menurut Arifin, Baznas sudah menyerap hewan kurban yang telah dipersiapkan oleh peternak di desa-desa dengan harga terbaik. Kurban yang disalurkan melalui Baznas selanjutnya akan didistribusikan ke 108 desa di 20 provinsi di Indonesia dengan kriteria daerah pedalaman yang miskin dan tertinggal dengan tingkat konsumsi daging rendah. Kemudian komunitas adat terpencil, para mualaf, dan daerah-daerah program peternakan BAZNAS.

Tahun ini, kata dia, Baznas melakukan inovasi dengan memberikan kemudahan layanan kurban dengan pembayaran lewat toko-toko daring seperti Kaskus, Tokopedia, Elevenia, dan Bli-bli. Selain itu, dengan transfer ATM, konter-konter di berbagai pusat perbelanjaan serta fasilitas layanan jemput kurban.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA