Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Begini Caranya agar Biro Travel Tidak Ditinggalkan Pelanggan

Ahad 18 Feb 2018 23:22 WIB

Red: Irwan Kelana

Kepala Operasional  Republika Online (ROL) Slamet Riyanto mengisi seminar mengenai pentingnya digital marketing bagi para travel Muslim, di Jakarta, Ahad (18/2).

Kepala Operasional Republika Online (ROL) Slamet Riyanto mengisi seminar mengenai pentingnya digital marketing bagi para travel Muslim, di Jakarta, Ahad (18/2).

Foto: Dok IITCF
Biro travel harus memaksimalkan digital marketing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Ini cerita tetangga yang memiliki anak usia 7 tahun. Mereka  berdiskusi mengenai rencana liburan akhir tahun. Sambil membawa gadget-nya, anak tersebut menyodorkan ke ibunya sambil berkata,  "Mama kita liburan ke Raja Ampat saja, ini gambarnya bagus banget, banyak ikannya", seraya menyodorkan gadgetnya yang sudah terpampang panorama Raja Ampat".

“Ternyata anak tersebut sudah bisa berselancar di Google dan mendapatkan destinasi wisata sesuai keinginannya. Itulah keunikan dan kehebatan dunia internet di zaman now (sekarang),” kata Kepala Operasional Republika Online (ROL) Slamet Riyanto saat tampil pada seminar bertajuk “Optimize Digital Marketing” yang diadakan oleh Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) di Hotel Sofyan Inn, Tebet, Jakarta, Ahad (18/2).

Ia menambahkan, internet adalah media online di dunia maya, tanpa batas. Internet dapat diakses dari seluruh belahan dunia, dan siapapun bisa mengakses, sekalipun di dalam penjara.

Internet adalah dunia kedua setelah ada dunia nyata. Dengan jumlah penduduk sekitar 3,8 miliar, internet  menjadi ladang baru dunia bisnis. “Di dunia maya ini jutaan komoditas dan jasa ditawarkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, siapapun bisa buka lapak di internet. Dan siapapun bisa bertransaksi tanpa menghiraukan waktu, dan lokasinya. Toko buka 24 jam nonstop, tanpa harus ditunggu. “Banyak toko retail dan jasa yang masih mengandalkan model bisnis konvensional merasa imbasnya digerus oleh perkembangan teknologi internet ini,” tuturnya.

Slamet Riyanto  menegaskan, para pebisnis travel pun perlu memaksimalkan kekuatan digital marketing yang berbasis internet.  “Jika bisnis jasa travel tidak mau kehilangan pelanggannya  pada zaman yang serba online ini, inilah saatnya ikut menceburkan diri di dunia maya yang penduduknya tak pernah tidur,” kata Slamet Riyanto.

Lantas apa yang harus dipersiapkan agar tidak tersesat di dunia maya? Pertama, kata Slamet Riyanto,  memiliki website adalah suatu keharusan. Website menjadi alat utama untuk berkomunikasi dengan calon pelanggan.

Di sinilah biro travel dapat menjelaskan setiap program dengan sangat detail, dengan naratif, foto, bahkan video yang  menjadi daya tarik tersendiri. Jika belum mampu membangun website, membuat blog adalah cara praktis dan gratis. “Tidak perlu skill khusus untuk membuat blog. Dengan bimbingan dua jam dari blogger kita sudah bisa membuat blog,” tuturnya.

Kedua, memiliki peralatan komputer atau sejenisnya. Saat ini peralatan (gadget) bukan lagi barang mahal. “Pilih gadget yang sesuai dengan kebutuhan. Peralatan portabel menjadi pilihan bagi orang-orang yang dinamis,” paparnya.

Ketiga,  kata Slamet Riyanto, jika sudah memiliki website/blog perlu satu hal yang sangat penting agar lapak di internet banyak dikunjungi para netter, yaitu komitmen. Komitmen untuk selalu mengupdate secara dawam. “Perlu dipahami bahwa para netter sekali berkunjung ke website dan ternyata tidak update, maka kemungkinan kecil untuk datang lagi,” ujarnya.

Keempat, hal lain yang perlu diperhatikan adalah tampilan website. Desain yang menarik, warna yang indah, dan terstruktur akan menjadi daya tarik tersendiri. “Membuat website yang indah dan petunjuk/rambu yang jelas akan sangat membantu para netter untuk masuk sampai ke dalam,” paparnya.

Kelima, agar toko online dikenali banyak netter dan lebih optimal, promosi sangat diperlukan. Optimalisasi halaman sosial media, facebook, twitter, line, dan lain-lain menjadi sangat efektif. “Jika masih haus pengunjung dan akan lebih banyak lagi mendatangkan pelanggan,  gunakan media online sesuai dengan sasaran audiencenya,” tutur Slamet Riyanto.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES