Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

4 Fashion Item Hasil Karya Anak Bangsa yang Memiliki Dampak Sosial 

Sabtu 09 Nov 2019 11:02 WIB

Rep: Yuni Arta Sinambela (cek n ricek)/ Red: Yuni Arta Sinambela (cek n ricek)

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Fashion merupakan salah satu cara dalam menunjukkan identitas seseorang.

Fashion merupakan salah satu cara dalam menunjukkan identitas seseorang. Item-item fashion seperti baju, tas, dan sepatu tidak lagi hanya dijadikan sebagai penunjang penampilan. Tentunya pilihan pakaian dan padanan aksesoris memiliki peranan penting dalam gaya berpakaian sehari-hari dan mencerminkan kepribadian Anda.

Seringkali pengguna produk justru tidak mengetahui cerita di balik berbagai pakaian dan aksesoris yang dipakai, seperti siapa sebenarnya yang membuat pakaian atau terbuat dari bahan apa. Saat ini ada beberapa fashion item yang tidak hanya membuat Anda lebih stylish tetapi juga bisa memberikan dampak sosial yang baik tentunya. 

Hebatnya lagi, produk-produk ini merupakan karya anak bangsa. Keempat fashion item tersebut merupakan hasil karya anak bangsa yang memberikan dampak sosial nyata dan juga memajukan industri Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Mau tahu apa saja? 

Aksesoris Stylish dari Jamur Tempe

Foto: Istimewa

Fashion item yang terbuat dari bahan dasar kulit hewan masih menjadi andalan bagi beberapa brand besar. Akan tetapi, untuk memproduksi fashion item dengan bahan dasar kulit hewan asli membutuhkan beberapa bahan kimia pendukung yang berpotensi mencemari lingkungan. 

Untuk itu, Mycotech, wirausaha sosial asal Bandung menggunakan limbah pertanian berbahan dasar jamur tempe sebagai pengganti kulit yang dinamakan Mylea (Mycelium Leather). Kulit Mylea ini tidak kalah stylish dan juga tahan lama seperti kulit hewan. 

Penggunaan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan membuat fashion item seperti tas tangan, watch strap dan dompet dari Mycotech menjadi ramah lingkungan. Produk ini juga membuktikan bahwa jamur mylea juga dapat digunakan untuk bahan bangunan yang tidak kalah kokoh dengan produk pertambangan. 

Baca Juga: Kain Ulos Eco Fashion Menggunakan Pewarna Alam

Mereka berusaha menciptakan pengganti gypsum sebagai bahan bangunan menjadi jamur di mana proses produksinya diatur secara inklusif. Petani berskala kecil direkrut sebagai rekan untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari limbah pertanian yang sebelumnya tidak pernah mereka anggap berharga.

Tas Anyaman Klasik Karya Mama-Mama Flores

Foto: Istimewa

Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal dengan keindahan alam yang sangat memanjakan mata. Selain itu, di balik keindahan alam tersebut terdapat pula warisan budaya Indonesia berupa kerajinan anyaman yang sudah turun temurun digeluti oleh para ibu di NTT. 

Melihat keindahan warisan budaya anyaman, Du’Anyam wirausaha sosial asal Jakarta memperkenalkan serta melestarikan budaya anyaman Flores kepada masyarakat luas dengan desain-desain yang modern dan stylish. Tujuannya ialah ingin mengentaskan kemiskinan di daerah Flores melalui pemberdayaan perempuan di daerah pedesaan.

Para pengrajin ini memiliki keterampilan tenun anyaman tradisional tetapi belum memiliki akses pasar yang memadai. Oleh karena itu, Du'Anyam berperan untuk menjembatani kesenjangan ini bagi para pengrajin, selain memberi mereka akses keuangan ke layanan kesehatan dan gizi yang lebih baik.

Bersama lebih dari 500 wanita di pulau Flores memproduksi berbagai produk anyaman untuk fashion, home living dan souvenir. Fashion item yang paling populer adalah pouch anyaman, bucket bag dan dompet anyaman yang etnik dan juga unik. 

Pakaian Nyaman dari Bahan Organik yang Tak Lekang Oleh Waktu

Foto: Istimewa

SukkhaCitta menghadirkan ragam pakaian dan aksesoris yang tak lekang oleh waktu, simpel dan tahan lama hasil dari pengrajin desa di daerah Jawa dan Flores. Dengan memproduksi kain dan pakaian tradisional Indonesia premium dengan mendorong penduduk setempat, serta menggunakan bahan premium dengan desain yang stylish dan timeless. 

Mulai dari pakaian atasan, bawahan, outer serta aksesoris semuanya dibuat langsung oleh pengrajin di daerah Jawa dan Flores serta hasil penjualannya pun dapat langsung diterima oleh mereka. Memakai bahan organik dan pewarna alami, produk ini menerapkan zero waste sehingga limbah dari proses produksi pakaian mereka tidak mencemari lingkungan.

Kain Tenun Toraja untuk Daily Wear

Foto: Istimewa

Siapa yang tak kenal akan keindahan tenun Toraja? Tenun Toraja yang biasa digunakan pada saat acara-acara besar atau tertentu kini juga bisa menjadi pilihan pakaian sehari-hari.

Toraja Melo menghadirkan tenun Toraja dalam bentuk pakaian sehari-hari, bertujuan untuk melestarikan kain tenun tradisional dengan menginovasikan pengaplikasian kain ke banyak produk fashion yang berbeda. 

Setiap koleksi ini terinspirasi dari budaya asli Tanah Toraja dan diaplikasikan ke setiap koleksi. Toraja Melo pertama kali didirikan dengan misi pengentasan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi di Indonesia, dengan mata pencaharian yang berkelanjutan bagi penduduk desa yaitu menciptakan produk tenunan tangan yang berkualitas. 

BACA JUGA: Cek FILM & MUSIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini


Editor: ThomasRizal

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ceknricek.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ceknricek.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA