Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Kucing Tiru Perilaku Pemiliknya

Selasa 26 Feb 2019 15:11 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Ani Nursalikah

Seorang pria dan kucing peliharaan (Ilustrasi)

Seorang pria dan kucing peliharaan (Ilustrasi)

Foto: Huffingtonpost
Kucing adalah versi kecil pemiliknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kucing peliharaan ternyata juga memiliki beberapa sifat yang mirip dengan pemiliknya. Penelitian baru yang ditemukan para ilmuwan di Inggris menemukan kepribadian pemilik berkorelasi dengan perilaku yang ditunjukkan si kucing.

Menurut penelitian itu, hal ini karena kucing menyerap perilaku sehari-hari pemiliknya, termasuk menirukan aspek kepribadian pemiliknya. "Banyak pemilik menganggap hewan peliharaan mereka sebagai anggota keluarga, membentuk ikatan sosial yang dekat dengan mereka," kata peneliti kesejahteraan hewan Lauren Finka dari Universitas Nottingham Trent kepada The Telegraph, Selasa (26/2).

Dia melanjutkan, sangat mungkin hewan peliharaan dapat dipengaruhi oleh cara manusia berinteraksi dan mengelolanya. Kedua faktor ini pada gilirannya dipengaruhi perbedaan kepribadian manusia.

Finka dan timnya melakukan survei terhadap lebih dari 3.000 pemilik kucing. Mereka mengajukan serangkaian pertanyaan yang mengukur mereka pada skala yang dikenal sebagai Big Five Inventory (BFI) dari sifat-sifat kepribadian.

Skala itu yang kemudian menilai kesesuaian, ketelitian hati, tingkat ekstrovert, neurotisme (kemiripan), dan keterbukaan manusia. Mereka menemukan sejumlah korelasi yang tidak hanya meramalkan kesejahteraan umum kucing, tetapi juga kepribadiannya sendiri.

Misalnya, neurotisme pemilik yang lebih tinggi dikaitkan dengan kucing yang disebut memiliki permasalahan perilaku. Hal itu lalu dibuktikan dengan agresi, kecemasan atau ketakutan, atau perilaku yang berkaitan dengan stres, selain kondisi medis atau kelebihan berat badan.

“Kami telah melihat asosiasi semacam itu diperlihatkan dalam penelitian sebelumnya, tetapi bukan itu saja,” kata Finka.

Para peneliti juga menemukan, pemilik kucing yang tingkat ekstrovertnya tinggi cenderung memiliki hewan yang menikmati lebih banyak kebebasan di luar. Walaupun diketahui korelasi bukan merupakan kegiatan sebab-akibat, namun menurut peneliti mungkin hal itu terjadi pada hubungan pemilik kucing. Meskipun, hal itu perlu dibuktikan dengan lebih banyak studi, terlebih apakah perilaku manusia dapat mempengaruhi perilaku dan kesejahteraan kucing mereka.

Baca Juga

"Mayoritas pemilik ingin memberikan perawatan terbaik untuk kucing mereka, dan hasil ini menyoroti hubungan penting antara kepribadian kita dan kesejahteraan hewan peliharaan kita," kata Finka.

"Kucing adalah versi kecil pemiliknya. Mereka adalah makhluk hidup yang sangat dipengaruhi orang-orang di sekitar mereka. Mereka terikat erat dengan pemiliknya dan mereka memiliki efek pada satu sama lain,” kata peneliti kedokteran kucing dari University of Edinburgh, Danielle Gunn-Moore, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Hal terpenting bagi para pemilik kucing mengenai ikatan ini adalah ini bukan hanya tentang kepribadian kucing, tetapi juga tentang kesejahteraan kucing. Hal yang penting adalah pemilik memperlakukan kucing dengan baik, dan dapat menunjukkan dampak pada kesehatan fisiologis dan psikologis kucing. Hal itu dilakukan dengan cara yang bahkan pemilik kucing sendiri mungkin tidak menyadarinya.

"Kucing mungkin tidak selalu menganggap hidup sebagai hewan peliharaan kita mudah. Dan penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana perilaku kita dapat berdampak pada mereka, baik secara positif maupun negatif,” kata Gunn-Moore.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA