Rabu, 16 Syawwal 1440 / 19 Juni 2019

Rabu, 16 Syawwal 1440 / 19 Juni 2019

Tiga Miliar Perjalanan Diprediksi Terjadi Saat Imlek di Cina

Ahad 20 Jan 2019 10:57 WIB

Red: Ani Nursalikah

Ribuan calon penumpang Stasiun Kereta Hongqiao di Shanghai, menjelang perayaan tahun baru Imlek jutaan warga Cina mudik ke kampung halaman masing-masing.

Ribuan calon penumpang Stasiun Kereta Hongqiao di Shanghai, menjelang perayaan tahun baru Imlek jutaan warga Cina mudik ke kampung halaman masing-masing.

Foto: Aly Song/Reuters
Kepadatan arus mudik saat Imlek akan berlangsung selama 40 hari penuh.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Hampir tiga miliar perjalanan dengan berbagai moda transportasi diperkirakan terjadi selama musim liburan Imlek di Cina pada 21 Januari-1 Maret 2019. Mayoritas para pemudik Imlek yang disebut dengan chunyun itu menggunakan kereta api dan pesawat terbang.

"Kami sudah melakukan persiapan untuk memastikan musim mudik terbesar di dunia ini berlangsung lancar," kata Wakil Menteri Pembangunan Nasional dan Komisi Reformasi Cina (NDRC) Lian Weiliang sebagaimana dikutip media resmi setempat, Sabtu (19/1).

Dia memperkirakan 2,99 miliar perjalanan pada Imlek tahun ini atau naik 0,6 persen dibandingkan dengan jumlah perjalanan selama Imlek tahun lalu. Perjalanan dengan menggunakan mobil pribadi diperkirakan mencapai 2,46 miliar perjalanan atau turun 0,8 persen. Namun, untuk kereta api bakal mencapai 413 juta selama periode tersebut atau naik 8,3 persen dibandingkan tahun lalu.

Pesawat terbang juga bakal kebagian 73 juta perjalanan atau naik 12 persen. Sedangkan kapal laut sama dengan tahun lalu pada kisaran 43 juta perjalanan.

Menurut Lian, otoritas transportasi telah menyiapkan moda transportasi yang memadai untuk mengatasi lonjakan penumpang saat ratusan juta warga Cina mudik atau liburan ke luar negeri. "Hampir tiga juta perjalanan selama 40 hari itu akan menjadi ujian berat bagi departemen kami," kata Liu Xiaoming, pejabat Kementerian Perhubungan Cina.

photo

Pemudik di Stasiun Kereta Hongqiao di Shanghai, menjelang perayaan tahun baru Imlek jutaan warga Cina mudik ke kampung halaman masing-masing.

Pengamat transportasi dari Cina Academy of Transportation Yang Xinzheng berpandangan pembangunan jalur tranportasi dalam berbagai moda sangat penting dalam mengantisipasi menurunnya pengguna jalan raya selama chunyun.

Beberapa ruas jalur kereta api cepat telah beroperasi beberapa tahun yang lalu sehingga menarik minat masyarakat setempat beralih menggunakan moda transportasi tersebut. Larangan menggunakan bus untuk perjalanan sejauh lebih dari 800 kilometer yang diberlakukan sejak 2014. Larangan itu juga mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya.

Wakil GM Perusahaan Kereta Api Cina (CRC) Li Wenxin menyebutkan dengan dioperasikannya jalur kereta api baru sepanjang 4.683 kilometer, termasuk 4.100 kilometer di antaranya untuk kereta cepat pada tahun lalu, dapat membantu mengatasi lonjakan arus mudik.

Untuk meningkatkan daya tampung kereta api, 4.787 rangkaian kereta telah beroperasi sebelum musim mudik dan 4.860 rangkaian kereta api akan beroperasi selama musim mudik. Selain itu, lebih dari 100 rangkaian kereta api cepat tambahan akan beroperasi setiap malam selama chunyun.

Untuk meningkatkan pelayanan pembelian tiket selama musim mudik Imlek, CRC telah menyediakan fasilitas baru di platform pemesanan 12306.cn. Fasilitas tersebut berupa pengalokasian otomatis tiket-tiket yang dibatalkan kepada para pembeli yang telah membayar deposit.

photo

Ribuan calon penumpang Stasiun Kereta Hongqiao di Shanghai, menjelang perayaan tahun baru Imlek jutaan warga Cina mudik ke kampung halaman masing-masing.

Hingga Kamis (17/1), fasilitas baru itu telah menerima 294 ribu pembayaran deposit dan lebih dari 60 persen telah mendapatkan tiket. Wakil Kepala Badan Penerbangan Sipil Cina (CAAC) Dong Zhiyi menyebutkan dalam situasi normal terdapat 15.600 jadwal penerbangan setiap hari.

Pada musim mudik Imlek mereka telah menjadwalkan 35 ribu penerbangan setiap hari. Untuk mengatasi kepadatan arus mudik selama 40 hari penuh, lanjut Dong, sejumlah penerbangan akan beroperasi setiap hari mulai pukul 01.00 hingga 06.00 hari berikutnya di 10 bandar udara tersibuk, seperti Shanghai Pudong, Shenzhen, Guangzhou, dan Sanya. Untuk melayani warga Taiwan yang hendak mengunjungi sanak dan leluhurnya di Cina selama Imlek, sebanyak 1.126 jadwal penerbangan telah disetujui melintasi wilayah udara Selat Taiwan pada 22 Januari-19 Februari 2019.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA