Selasa, 14 Safar 1440 / 23 Oktober 2018

Selasa, 14 Safar 1440 / 23 Oktober 2018

Sejak 2011 Ratusan Orang Meninggal Karena Swafoto

Jumat 05 Okt 2018 15:33 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Wisatawan berswafoto di Kawah Talaga Bodas Desa Sukamenak, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (4/9).

Wisatawan berswafoto di Kawah Talaga Bodas Desa Sukamenak, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (4/9).

Foto: Antara/Adeng Bustomi
Jumlah pria meninggal kala swafoto tiga kali lipat dibandingkan perempuan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Percayakah anda bahwa kegiatan swafoto bisa berujung maut? Faktanya sudah berkali-kali kita mendengar berita adanya orang yang meninggal akibat tidak mengindahkan keselamatan ketika berswafoto. Kini studi yang dipublikasikan National Institute of Health mengungkap datanya.

Studi tersebut menyatakan sejak 2011 hingga 2017 sudah ada 259 nyawa melayang akibat lalai ketika berswafoto. Dalam riset berjudul 'Selfies: A Boon or Bane?' merinci kecelakaan apa saja menyebabkan kematian saat swafoto.

Meninggal karena tenggelam dan terjatuh memuncaki daftar tersebut. Sebanyak 70 orang meninggal dalam 32 kasus tenggelam. Sementara akibat terjatuh, ada 48 nyawa melayang dari 41 kejadian. 

Dikutip dari Mashable, jumlah pria yang meninggal akibat swafoto tiga kali lebih banyak daripada wanita. Ini karena pria lebih menyukai sesuatu yang bersifat menantang dan berisiko. Dari total orang yang meninggal ketika swafoto, 182 korban di antaranya berusia antara 10 hingga 29 tahun. 

India tercatat sebagai negara yang warganya paling banyak menjadi korban swafoto dengan 159 kematian. Peringkat kedua ditempati Rusia dengan 16 kematian kemudian Amerika Serikat dengan 14 kematian. Dalam laporan studi itu, ada kemungkinan jumlah korban lebih banyak daripada yang diungkapkan. Karena, bisa jadi ada kasus-kasus kematian yang tidak terekspos media.

Para peneliti menganjurkan agar pengelola tempat-tempat wisata menerapkan zona tanpa swafoto. Rekomendasi ini muncul lantaran jumlah kematian sia-sia akibat berswafoto naik secara eksponensial. Zona larangan swafoto sebaiknya diterapkan di berbagai tempat wisata. Aturan ini penting diberlakukan terutama di wilayah perairan, puncak gunung, serta gedung yang tinggi demi mengurangi angka kematian akibat swafoto. 

"Swafoto tidak berbahaya. Namun perilaku manusia saat berswafotolah yang mengantarkan mereka pada maut. Setiap orang perlu diedukasi mengenai perilaku berbahaya mereka dan di mana saja sebaiknya swafoto tidak dilakukan," demikian penjelasan peneliti sebagaimana dikutip dari Independent

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES