Wednesday, 13 Rajab 1440 / 20 March 2019

Wednesday, 13 Rajab 1440 / 20 March 2019

6 Terobosan Menuju Pernikahan Bahagia

Rabu 03 Oct 2018 18:11 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Pasangan suami istri.

Pasangan suami istri.

Foto: Pexels
Komunikasi yang menyenangkan adalah kunci pernikahan yang membahagiakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengapa sebagian pasangan memiliki pernikahan yang langgeng dan bahagia, sementara sebagian lain tidak merasa demikian? Apa sebenarnya kunci mencapai pernikahan hebat yang membuat suami dan istri sama-sama puas menjalaninya?

Baca Juga

Rahasia itu diulas penulis Deny Hen dalam buku terbarunya, The Great Marriage. Kepada seluruh pasutri di Indonesia, Deny membagikan enam terobosan menuju pernikahan yang sehat dan bahagia, seperti dirangkum sebagai berikut.

Pola pikir pernikahan

Setiap pasangan perlu memiliki pola pikir yang sejalan untuk mewujudkan pernikahan yang hebat. Pada bab pertama buku ini, akan dibahas tuntas mengenai cara kedua pihak memahami cinta dan merumuskan tujuan pernikahan bersama.

Menjalin persahabatan

Siapa bilang pasangan tidak bisa jadi sahabat sekaligus? Bab kedua dalam buku akan membocorkan sederet kiat mengembangkan persahabatan dengan pasangan hidup, sebagai dasar dari pernikahan yang hebat dan langgeng sampai hari tua.

Romansa dan hubungan intim

Dua hal ini tentunya sangat penting bagi sejoli yang sudah mengarungi bahtera rumah tangga. Pengembangan romantisme dan meningkatkan gairah seksual demi kebahagiaan rumah tangga dirangkum Deny dalam istilah unik seperti tabungan dan sinyal cinta.

Komunikasi

Komunikasi yang menyenangkan adalah kunci memiliki ikatan pernikahan yang senantiasa membahagiakan. Jangan sampai salah satu pihak atau bahkan kedua belah pihak tidak memahami teknik komunikasi yang sesuai sehingga mengganggu hubungan dengan pasangan.

Bertengkar dengan cinta

Bertengkar adalah hal lumrah dalam setiap hubungan, asal dilakukan dengan cinta. Deny membeberkan tujuh sumber konflik yang paling sering terjadi antara suami istri beserta lima langkah bertengkar sehat sehingga tidak berakhir dengan penyesalan.

Komitmen tak tergoyahkan

Semua hal yang diperjuangkan suami dan istri tidak akan ada artinya jika pasangan tidak memiliki komitmen tak tergoyahkan. Bab terakhir dalam buku membahas tiga tingkat komitmen dan dua persepsi yang bisa jadi menghalangi komitmen tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA