Sunday, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Sunday, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Ketika Isyana dan Vanesha Jadi Inspirasi Berbusana

Kamis 06 September 2018 19:00 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Isyana Sarasvati

Isyana Sarasvati

Foto: Republika/Desy Susilawati
Setiap produk kreasi Cottonink selalu terinspirasi dari karakter wanita Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pesatnya perkembangan tren dunia mode saat ini memunculkan standar-standar baru dalam berpakaian. Setiap wanita ingin tampil menarik dan mengikuti tren.

Koleksi Cottonink yang mengusung konsep ‘casual with a twist’ sejak pertama kali didirikan menawarkan pilihan mood dalam setiap desainnya. "Cottonink percaya, pakaian yang dipilih sesuai dengan karakter akan membuat penggunanya merasa nyaman dan percaya diri menjalani hari-hari yang padat dengan beragam aktivitas wanita modern," ujar Carline Darjanto, Creative Director Cottonink di sela konferensi pers di Jakarta belum lama ini.

Dalam setiap produk yang dibuat, Carline menambahkan Cottonink selalu memerhatikan setiap detail proses mulai dari proses pemilihan material produk, desain bentuk, warna, hingga proses penjahitan. “Perjalanan Cottonink yang saat ini memasuki usia ke-10 berawal dari mimpi saya dan Ria untuk membuat sebuah produk siap pakai terkemuka di Indonesia, yang bisa menginspirasi jutaan wanita Indonesia untuk tampil lebih berani dan percaya diri," tambahnya.

Setiap produk yang mereka buat selalu terinspirasi dari keunikan karakter wanita Indonesia. Karakter ini tercermin dari bentuk tubuh, warna kulit, hingga preferensi model dan pakaian yang sangat beragam.

Dalam kolaborasi terkininya, Cottonink menggandeng empat figur wanita. Dua diantaranya adalah Isyana Sarasvati dan Vanesha Prescilla.

Isyana ternyata memiliki gaya yang hampir sama dengan Vanessha. Isyana yang kelahiran Bandung, 2 Mei 1993, ini mengaku lebih fleksibel dalam berbusana. Ia bisa bergaya sangat tomboy juga bisa bergaya feminin.

Untuk koleksi kolaborasinya, ia menampilkan koleksi yang didominasi dengan colour blocking. Dengan menghadirkan warna-warna yang bervariasi, ada marun, cokelat, navy blue dan lainnya. Untuk segi bahan, Isyana menyukai bahan kordurai untuk memberikan kesan lebih tomboy.

Ia juga menampilkan koleksi unik. Yaitu celana dengan dua sisi panjang berbeda, satu sisi panjang dan satu sisi pendek. "Saya memang ingin membuat koleksi tersebut, lucu saja, bisa dibuat santai juga bisa untuk di panggung," tambahnya.

Sedang adik dari aktris Sisi Prescilla ini mengaku menyukai gaya busana yang kasual dan playfull. Namun dalam berbusana ia sering kali bergaya sesuka hati sesuai dengan suasana hatinya atau mood saat itu. "Random moody terkadang. Young, fun and fresh. Kadang girly banget dan kadang tomboy," ujarnya.

Vanesha mengaku sangat menyukai jaket jins untuk atasan. Sedangkan untuk bawahan ia nyaman memakai rok atau celana. Ia mengaku sejak dulu sudah bergaya kasual dengan jaket jins, bukan karena film Dilan. "Di film Dilan itu Milea bukan Vanesha. Di Cottonink ini gaya saya banget," tambahnya, yang mengaku sering bertukar pakaian dengan sang kakak.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Parade Asian Para Games 2018

Ahad , 23 September 2018, 12:13 WIB