Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

Topi Putih Melania Jadi Perbincangan Ramai

Kamis 26 April 2018 10:04 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Melania Trump

Melania Trump

Foto: AP
Gaya berbusana Melania dipuji banyak insan mode dan publik.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Internet bergetar pada hari Selasa (24/4) dengan obrolan dan banyak lelucon tentang topi putih bertepi lebar yang dikenakan oleh Melania Trump. Gaya tersebut dikenakan untuk menyambut Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya Brigitte di Gedung Putih.

Terlepas dari ejekan dan meme yang berasal dari topi Melania, ternyata gaya Melania ditanggapi positif. Pilihannya yang berani itu mendapatkan pengagu di Twitter, di dunia mode, dan bahkan di media.

Pewarta CNN Brooke Baldwin, misalnya, menggambarkan penampilan Melania begitu "menakjubkan," dan mengatakan topinya adalah "mencuri pertunjukan". Pernyataan memuji itu muncul saat dia melakukan sesi wawancara dengan perancang busana Naeem Khan, yang sebelumnya telah menata gaya ibu negara Michelle Obama.

"Saya suka topi itu, sebenarnya," kata Khan, setelah Baldwin menanyakan pendapatnya. "Saya suka topi juga," jawab Baldwin.

photo

Melania Trump bersama Donald Trump saat menerima kunjungan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Gedung Putih.

Saat menerima kunjungan Macron, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan blazer milik Michael Kors Collection seharga 2.195 dolar. Namun, busana itu tidak bisa menahan daya tarik dari topi putih rancangan Herv Pierre.

Laman Today.com juga menulis pilihan dramatis dari Melania mencuri pertunjukan, menambahkan seluruh busana yang dikenakan ibu negara sangat mencolok. Bahkan banyak pengguna Twitter yang membandingkan topi Melania dengan Olivia Pope dari "Scandal" atau Beyonce dari video "Formation".

Di balik tampilan Melania yang mencuri perhatian itu sang perancang topi mengungkapkan kalau rancangannya hampir tidak sampai ke Gedung Putih dengan mulus. Pasalnya topi yang disebutnya rapuh tersebut harus masuk mesin X-Ray alias dipindai dan diperiksa di bandara.

"Saya memberi tahu mereka, 'Saya tahu saya harus melalui keamanan tetapi tidak ada apa-apa di topi itu. Saya bisa menjamin itu. Topi itu sangat rapuh'," kenang Pierre dikutip Fox News, Kamis (26/4).

Pierre mengaku marah karena topinya bisa rusak bila diperiksa terlalu menyeluruh. Tapi ia juga tahu aturan tersebut tak bisa dihindari.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES