Kamis, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 Februari 2019

Kamis, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 Februari 2019

Ketika Jakarta Berubah Menjadi Hutan Belantara

Kamis 12 Apr 2018 18:43 WIB

Rep: MGROL 103/ Red: Indira Rezkisari

Pameran foto Once Upon a Time Tomorrow tampilkan Monas dalam visi sang fotografer.

Pameran foto Once Upon a Time Tomorrow tampilkan Monas dalam visi sang fotografer.

Foto: MGROL 103
Di masa depan Monas digambarkan dikelilingi rawa-rawa yang dihuni burung flamingo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagaimana jadinya ketika sebuah kota ditinggalkan oleh manusia suatu hari nanti? Itulah tema yang diusung oleh Chris Morin-Eitner saat meluncurkan seri terbaru karya fotografi andalannya.

Pameran bertajuk Once Upon a Time Tomorrow terinspirasi dari film-film yang memunculkan gambaran masa depan kehidupan manusia, atau tanpa manusia. Ia pun mengubah suatu kota yang ramai menjadi belantara alam yang ditumbuhi banyak pohon dan ditinggali hewan-hewan.

Pameran foto yang diadakan di Bentara Budaya di Palmerah, Jakarta Pusat, sejak 11-16 April 2018 ini mempertunjukkan gambar kota-kota di seluruh dunia yang berubah menjadi belantara alam saat ditinggalkan oleh manusia. Terlihat pula Monumen Nasional berubah menjadi sebuah rawa-rawa yang dihuni oleh banyak burung flamingo yang cantik, dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi dan matahari yang masih bersinar terang.

photo

Foto Tugu Selamat Datang hasil kreasi fotografer Prancis Chris Morin-Eitner.

Tak kalah menarik, Chris juga mengambil gambar tugu Selamat Datang dan mengubahnya menjadi hutan luas yang ditumbuhi rerimbunan pohon yang padat. Terlihat pula bangunan-bangunan yang berada di sekitar tugu telah ditutupi oleh tanaman merambat.

Beberapa hewan muncul di dalam foto mengesankan bahwa hutan belantara tersebut masih hidup dan asri. Sebuah foto yang telah diubah dengan teknik ‘digital imaging’ ini menampilkan sudut pandang yang berbeda tentang sebuah kota sarat manusia.

Menggunakan foto, Chris berpesan bahwa manusia seharusnya kembali untuk sadar bahwa manusia juga masih membutuhkan tanaman, hewan dan alam semesta. “Saat ini kita bisa lihat dampak ekologis akibat perbuatan manusia yang memanfaatkan alam tanpa memikirkan keberlanjutannya. Melalui seni fotografi inilah saya menghadirkan kembali belantara alam di tengah-tengah kota karena sejatinya manusia akan selalu membutuhkan tanaman, hewan dan alam semesta,” ungkapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA