Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Hansaplast Resmi Dapatkan Sertifikat Halal MUI

Selasa 13 Jun 2017 12:40 WIB

Rep: ADYSHA RAMADHANI/ Red: Esthi Maharani

Hansaplast mendapatkan Sertifikasi Halal dari LPPOM MUI pada Senin (12/6). Sertifikasi halal ini berlaku untuk 20 dari 29 varian Hansaplast.

Hansaplast mendapatkan Sertifikasi Halal dari LPPOM MUI pada Senin (12/6). Sertifikasi halal ini berlaku untuk 20 dari 29 varian Hansaplast.

Foto: Adysha Citra Ramadani / Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Brand plester, Hansaplast, telah resmi mendapatkan Sertifikasi Halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sertifikasi Halal ini berlaku untuk varian Hansaplast yang diproduksi di pabrik PT Beiersdorf Indonesia, Malang.

"Ini merupakan wujud komitmen Hansaplast dalam menyediakan produk dengan standar kualitas tinggi dan memenuhi persyaratan halal," kata Marketing Manager Hansaplast PT Beiersdorf Indonesia Setiawan Saputra di Jakarta, Senin (12/6) malam.

Sertifikasi halal ini berlaku untuk 20 dari 29 varian yang dimiliki Hansaplast. Ke-20 varian ini merupakan varian produk Hansaplast berbahan kain dan diproduksi secara lokal baik dari kategori plester maupun plester penghangat. Beberapa di antaranya ialah Hansaplast Koyo, Hansaplast Medical Plaster, Handsaplast Roll Plaster, Hansaplast Kain Elastis dan Hansaplast Fun.

Setiawan mengatakan sembilan varian Handsaplast lain masih dalam proses mendapatkan sertifikasi halal. Sembilan varian ini membutuhkan waktu lebih lama karena merupakan produk yang diimpor langsung dari Jerman.

"(Sertifikasi halal) sembilan lainnya akan menyusul," tegas Setiawan.

Regulatory Affair Manager PT Beiersdorf Indonesia Murni Harningsih mengungkapkan proses sertifikasi halal MUI relatif mudah. Kunci dalam meraih sertifikasi halal ini ialah persiapan yang matang sebelum mengajukan sertifikasi halal. Beberapa persiapan yang dilakukan adalah memberi edukasi SDM terkait sistem jaminan halal, mengikui pelatihan yang diselenggarakan LPPOM MUI hingga melakukan analisa material bahan baku. Hansaplast, lanjut Murni, juga melakukan pendekatan dengan //supplier// untuk mendapatkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam pengajuan sertifikasi halal.

"Dari proses sumbit sampai dapat hard copy (sertifikasi halal) sekitar 18 minggu," lanjut Murni.

Wakil Direktur LPPOM MUI Osmena Gunawan mengapresiasi langkah yang diambil Hansaplast untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk halal. Osmena berharap dengan adanya sertifikasi halal, Hansaplast akan semakin dipercaya oleh masyarakat Indonesia.

"Kami berharap langkah Hansaplast ini dapat menjadi referensi bagi brand lain yang belum menjalani proses sertifikasi halal," jelas Osmena.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA