Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Yuk, Coba Titip Barang Jadi Uang

Selasa 06 Dec 2016 15:44 WIB

Rep: Novita Intan Sari/ Red: Indira Rezkisari

((Kiri ke kanan) Ceo & Co-Founder Airfrov Cai Li, Marketing Manager Airfrov Indonesia Acesa Rebecca Anindita, Head of Operations Airfrov Angeline Chandraatmadja, dan CTO & Co-Founder Airfrov saat meluncurkan Airfrov Indonesia, di Jakarta, Selasa (6/12).

((Kiri ke kanan) Ceo & Co-Founder Airfrov Cai Li, Marketing Manager Airfrov Indonesia Acesa Rebecca Anindita, Head of Operations Airfrov Angeline Chandraatmadja, dan CTO & Co-Founder Airfrov saat meluncurkan Airfrov Indonesia, di Jakarta, Selasa (6/12).

Foto: Republika/Novita Intan Sari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernah dititipi atau menitip orang sesuatu ketika berada di luar negeri? Pasti yang terbayang adalah repot, berat dan belum tentu si penitip memberikan uangnya di awal.

Barang yang dititipkan memang beragam, mulai dari makanan khas, cindera mata hingga barang bersifat pribadi. Namun, pernah terpikirkah aktivitas titip menitip dapat menjadi sumber penghasilan?

Airfrov mencoba menangkap peluang jasa penitipan barang di luar negeri. Airfrov merupakan platform penyedia berbagai layanan melalui situs web dan aplikasi untuk menghadirkan pengalaman yang lebih aman dan bermanfaat, bagi penitip barang dan mereka yang pergi keluar negeri yang akan membantu membelikan barangnya.

"Tren titip belanja di luar negeri menjadi semakin populer khususnya bagi generasi muda. Kehadiran ide Airfrov sebagai platform titip belanja yang melayani kebutuhan serta memberikan kesempatan kepada para pengguna," ujar CEO & Co Founder Airfrov, Cai Li, saat acara 'Peluncuran Airfrov di Indonesia', Selasa (6/12).

Airfrov menawarkan cara kerja yang sederhana melalui website dan aplikasi ponsel. Penitip cukup mengunggah barang yang diinginkan dan memberikan penawaran harga barang, lalu ada orang yang sedang di luar negeri yang bersedia memenuhi permintaan tersebut.

"Kami akan mengenakan biaya sebesar 5 persen dan tambahan 25 ribu per transaksi, dimana setiap transaksi bisa mencakup 2 atau 3 barang. Lalu, travellers mendapatkan penghargaan berupa jasa bantuan, dan ini sifatnya nego antara kesepakatan requester dan travellers," jelas dia.

Sebagai mediator, Airfrov akan menagih pembayaran dari penitip barang dan menahan biaya tersebut di dalam akun sebelum pelancong yang di luar negeri melakukan pembelian barang. Sistem pembayaran yang aman ini akan membuat kedua pihak dapat berbelanja dengan tenang.

"Melalui aplikasi Airfrov itu, kami merekam semua percakapan antara requester dan travellers. Supaya nantinya tidak terjadi kesalahpahaman apabila barang yang dititipkan salah, dan jika terbukti keliru barang yang dititipkan maka kami akan ganti 100 persen," ucapnya.

Kemudian, saat pelancong kembali ke negara asalnya dengan membawa barang yang dipesan, dia dapat memberikan notifikasi melalui aplikasi Airfrov. Selanjutnya, kurir rekanan lokal akan mengambil barang tersebut dan mengantarnya kepada penitip. Pihak penitip kemudian akan memproses pembayaran kepada pihak yang sudah membelikan dulu.

"Kami kerja sama dengan kurir lokal seperti JNE dan GoJek, dan kami juga menggandeng komunitas," ungkapnya.

Airfrov merupakan platform hasil kolaborasi pemuda Indonesia dan Singapura. Masyarakat hanya tinggal mengunduh aplikasi Airfrov di App Store atau Google Play Store dan website Airfrov. Sejak diluncurkan di Singapura pada kuartal pertama 2015, Airfrov memiliki sekitar 95 ribu pengguna aktif, termasuk diantaranya berasal dari Indonesia.

Di Indonesia, Airfrov meresmikannya pada Agustus 2016 dan telah mendapatkan sekitar 1.000 tawaran dari 150 pelancong. "Di Indonesia, pengguna aktif sekitar 3.000 orang, artinya animo masyarakat cukup tinggi terhadap jasa titip ini," tutup dia.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA