Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Lampu Kerang Asal Babel Punya Motif Unik di IFC 2016

Kamis 22 Sep 2016 09:39 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Andi Nur Aminah

Lampu hias dari kerang

Lampu hias dari kerang

Foto: Rossi Handayani/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Salah satu kerajinan dengan menggunakan bahan dasar limbah kerang, yakni Katige dari Bangka Belitung turut tampil di pameran Indonesia Fashion & Craft (IFC) 2016. Pemilik sekaligus pengrajin kerang, Syahrial Eddy Rangkuti mengatakan, motif lampu kerang yang dimiliki Katige begitu unik, berbeda dengan kerajinan lainnya.

"Yang membedakan, di motif yang kami punya memiliki ciri khas sendiri. Enggak sama seperti di Jawa. Sebelumnya kami pernah ikut pameran, di sana ada dari dinas kelautan, ternyata yang mereka punya berbeda. Kalau Katige lebih cenderung motif batik, jadi ke depan pengembangannya akan ke arah sana," ujar Eddy di pameran IFC, JCC Senayan, Jakarta, Rabu (21/9).

Kerang limbah yang dimanfaatkan menjadi kerajinan ini, ditemukan dengan mudah di Kepulauan Bangka Belitung. Eddy mengaku sebagian kerang didapatnya dari para pengepul. Selebihnya dia biasa mencari sendiri. Dari sejumlah kerang yang didapat, dia biasa memilah yang paling bagus bentuknya.

Kerang yang umumnya ditemukan dengan mudah, menurut Eddy yakni kerang dara. Ini bisa di dapat di restoran yang menyajikan menu tersebut. Biasanya dalam pembuatan satu lampu, dia mengombinasikan dengan tiga jenis kerang. Bahan dasar yang dipakai pun asli, tanpa pewarna.

Lampu kerang tersebut dibandrol dengan harga yang paling murah Rp 150 ribu, dan yang paling mahal hingga Rp 2 juta. Produk dengan harga yang mahal, menghabiskan waktu pengerjaan lebih lama, dan bisa menggunakan hingga 15 kilogram kerang.

Eddy memiliki tiga pegawai yang membantunya dalam mengerjakan kerajinan ini. Belum lama ini, ia pun bergabung dengan mitra binaan Angkasa Pura. Tak hanya lampu, ia juga menjajakan produk lainnya seperti, bross yang dibandrol seharga Rp 10 hingga Rp 15 ribu, tempat pulpen Rp 35 ribu, dan tempat tisu Rp 80 ribu.

Dia mengaku, baru pertama kali tampil dalam event IFC. "Saya baru kali ini tampil, makanya agak sedikit asing. Saya ingin mencoba di sini, pengen tahu pangsa pasarnya seperti apa," kata Eddy.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA