Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Bagaimana PR Menyikapi Media Sosial?

Rabu 16 Oct 2013 16:54 WIB

Rep: Hiru Muhammad / Red: M Irwan Ariefyanto

Sosial Media

Sosial Media

Foto: VOA

REPUBLIKA.CO.ID,

JAKARTA -- Ada pembahasan menarik soal kehadiran media sosial dengan public relation saat ini. Apalagi dikaitkan dengan sarana bagi Public Relations (PR) untuk mendidik masyarakat dengan memberikan informasi yang lebih berkualitas dan akurat.

Menurut praktisi PR Elizabeth Gunawan Ananto dalam diskusi Public Relations Week beberapa waktu lalu di Jakarta, di dalam media sosial terdapat beragam isu yang dibahas. Namun, isu tersebut cenderung ke arah emosi dan PR perusahaan sebaiknya tidak terlibat langsung. "Kita tidak bisa membedakan antara pribadi dan institusi," katanya.

Langkah antisipasi perlu dilakukan perusahaan khususnya terkait dengan persoalan isu. Apalagi bila menyangkut kondisi internal perusahaan yang dibahas di media sosial. Kehadiran media sosial di satu sisi menjadi teman di sisi lain bila tidak dikelola dengan baik akan menjadi masalah karena hanya berisi luapan emosi.

Kredibilitas isi media sosial itu juga patut dipertanyakan karena bisa saja informasinya diputarbalikkan sedemikian rupa untuk menggalang opini. "Kita harus melihat siapa yang bermain dibelakang, apa hidden agenda yang mereka buat," tuturnya.

Karena itu PR perlu mendidik masyarakat dengan memberikan informasi yang seimbang kepada mereka khususnya dalam menggunakan media sosial agar tidak menerima begitu saja segala informasi yang disampaikan.  Di negara maju media sosial digunakan untuk mengetahui pendapat publik atas suatu hal yang dianggap penting. Dari situ diketahui reaksi mereka tentang suatu hal apakah setuju atau tidak dan terjadi dialog.  

Elizabeth juga mengakui saat ini tidak jarang PR berkelit dalam menjelaskan sebuah masalah kepada masyarakat. Hal itu tidak terlepas dari  sikap pimpinan perusahaan yang belum sepenuhnya memahami tugas PR dalam organisasi. Pihaknya  menyarankan agar PR tetap memberikan rekomendasi kepada pimpinan perusahaan terkait untung ruginya menjelaskan sesuatu kepada masyarakat. "Tapi masalahnya tidak semua pimpinan siap," katanya.

Timothy Coombs pembicara dari Nicholson School of Communications, AS menilai  dalam hubungannya dengan media massa sebaiknya PR  menjadi mitra yang positif. Banyak kegiatan PR yang bisa berjalan berkat bantuan media massa. Keduanya dapat menjadi teamwork yang baik, media membutuhkan berita dan PR membutuhkan citra positif.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA