Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Hati-hati Pilih Kursi Taman, Ini Triknya

Rabu 06 June 2012 11:04 WIB

Rep: Nina Chairani/ Red: Endah Hapsari

Perabot luar ruangan

Perabot luar ruangan

Foto: americanparkfurniture.com

REPUBLIKA.CO.ID, Memilih mebel luar ruangan gampang-gampang susah. Tak sembarang kursi dan meja bisa diletakkan di teras, taman, gazebo, atau di bawah pergola. Salah-salah, dalam jangka waktu singkat meja dan kursi itu rusak tererosi cuaca. Untuk alam tropis yang cuacanya mudah berubah hendaknya jadi pertimbangan pemilihan bahan dasar furnitur. "Faktor jenis bahanlah yang paling perlu diperhatikan untuk furnitur luar ruangan," kata Ade yang sehari-hari berkecimpung dalam dunia mebel outdoor ini.

Menurut Ade, jenis bahan bisa menentukan sulit atau tidaknya kita melakukan perawatan. Kursi dan meja yang terbuat dari besi sedapat mungkin dihindari mengingat sifatnya yang mudah berkarat. Karena itu, perawatannya harus dengan pengecatan ulang dalam jangka waktu tertentu. Rotan pun sebaiknya tidak diletakkan di teras atau taman rumah. "Biasanya rotan tidak tahan terkena panas dan hujan terus menerus, mereka biasanya akan terlihat pecah-pecah," katanya.

Menurut dia, di antara bahan yang terbaik untuk dijadikan mebel luar ruangan adalah kayu jati dan kayu nyatoh. Pasalnya, furnitur berbahan kayu jati dan kayu nyatoh selain terlihat lebih alami juga lebih awet. Dua jenis kayu ini tidak cepat rusak meski tersengat matahari dan terguyur hujan. "Dari sifatnya yang semakin lama semakin mengeras meski terkena air, kayu jati dan kayu nyatoh paling cocok dipilih sebagai bahan furnitur untuk luar ruangan," tambah Ade dari IMAGE. Lebih lanjut Ade mengatakan, untuk perawataannya pun furnitur berbahan kayu jati dan kayu nyatoh juga sangat mudah. Asalkan furnitur itu terbuat dari kayu solid bukan kayu presan (kayu sambungan) cukup dengan menggunakan teak oil (minyak jati).

Di alam terbuka, kursi, bangku, dan meja yang terbuat dari kayu jati dan kayu nyatoh umumnya mampu bertahan sampai delapan tahun tanpa keropos. "Sejak dulu kayu jati dan kayu nyatoh ini biasa digunakan sebagai bahan membuat rumah panggung," ujar Ade. Memperlakukan furnitur luar ruangan sangat berbeda dengan yang di dalam. Penggunaan plitur, contohnya. Plitur yang biasa digunakan untuk furnitur agar terlihat lebih indah dengan efek kilapnya ternyata tidak cocok digunakan untuk furnitur luar ruangan. Pemberian plitur pada furnitur luar ruangan bukannya akan mempercantik, malah lebih cenderung memperburuk.

Biasanya furnitur yang diberi plitur akan lebih cepat terlihat kusam dan rusak bila sering terkena air dan udara lembab. "Kalau plitur terkena air biasanya dia akan cepat meninggalkan bercak-bercak putih yang lama-lama bisa mengelupas," kata Ade. Karena sifatnya terekpos alam, sebaiknya kursi-kursi yang akan diletakkan luar rumah sebaiknya tampil apa adanya. Penambahan bantal atau ornamen lain yang terbuat dari busa dan kain sangat tidak dianjurkan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA