Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Finlandia Negara Paling Bahagia 2019, Indonesia Peringkat 92

Ahad 24 Mar 2019 19:08 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Christiyaningsih

Finlandia.

Finlandia.

Foto: Black Tomato
Kebahagiaan yang terukur bukan karena tabiat asli penduduk di masing-masing negara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ulasan tahunan World Happiness Report kembali membuat pemeringkatan negara paling bahagia di tahun 2019. Sama seperti tahun sebelumnya Finlandia lagi-lagi menjadi negara paling bahagia. Sementara Indonesia ada di urutan ke-92 dari total 156 negara.

Baca Juga

Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis laporan pada 20 Maret 2019, tepat saat peringatan hari kebahagiaan internasional. Pemeringkatan ini berdasarkan pada enam variabel kunci. 

Kebahagiaan yang terukur bukan karena tabiat asli penduduk di masing-masing negara. Ada sederet tolok ukur yang mendukung kesejahteraan, mulai dari pendapatan, kebebasan, kepercayaan, harapan hidup sehat, dukungan sosial, dan kedermawanan.

"Negara yang masuk dalam 10 daftar teratas cenderung memiliki peringkat tinggi dalam semua variabel serta ukuran emosional kesejahteraan yang baik," kata salah satu penyunting laporan John Helliwell dikutip dari laman CNN.

Profesor dalam bidang ekonomi di Universitas British Columbia itu mengatakan jeda penilaian tingkat kebahagiaan di negara-negara 10 besar tidak terlalu jauh. Peringkat kedua sampai kelima diduduki oleh Denmark, Norwegia, Islandia, dan Belanda.

Swiss, Swedia, Selandia Baru, Kanada, dan Austria ada pada posisi keenam sampai ke-10. Urutan 10 besar negara paling bahagia 2019 tidak banyak berubah dibandingkan 2018, hanya Austria yang menyingkirkan Australia dari daftar.

Serangan yang belum lama ini terjadi di dua masjid di Kota Christchurch Selandia Baru tidak berdampak pada indeks kebahagiaan warga negaranya. Cara mereka mengatasi trauma sangat efektif dengan tetap kuat menghadapi terorisme.

"Masyarakat di sana tetap terhubung, bertahan, dan mampu menghadapi hal buruk. Setelah gempa bumi dahsyat pada 2011 dan kini serangan teroris, mereka membuktikan bisa tetap bersatu dan saling membantu," kata Helliwell.

Tahun ini, Amerika Serikat (AS) menempati posisi ke-19. Peringkatnya turun satu tempat dari tahun lalu dan turun lima tempat dari 2017. Laporan tahun lalu menunjukkan, kecanduan dalam berbagai bentuk menjadi penyebab ketidakbahagiaan dan depresi di AS.

Tidak ada negara super power lain yang masuk dalam peringkat 10 besar. Inggris ada di peringkat 15, sementara Jerman di peringkat 17. Jepang menempati posisi ke-58, Rusia di posisi ke-68, dan Cina pada posisi ke-93.

Seiring dengan pertumbuhan populasi, rata-rata kebahagiaan secara global disinyalir menurun selama beberapa tahun terakhir. Penyebab lain adalah peningkatan emosi negatif yang diukur dari kekhawatiran, kesedihan, dan kemarahan.

Dari posisi paling bawah (156 ke 151), secara berurutan ada Sudan Selatan, Republik Afrika Tengah, Afganistan, Tanzania, Rwanda, dan Yaman. Laporan telah digagas sejak 2012 saat Majelis Umum PBB menetapkan 20 Maret sebagai hari kebahagiaan dunia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA