Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Penerbangan Sekarang Lebih Lambat dari 20 Tahun Lalu

Senin 14 May 2018 12:01 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Pesawat udara lepas landas

Pesawat udara lepas landas

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Hemat bahan bakar menjadi alasan penerbangan melaju lebih lambat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi Anda yang sudah merasakan penerbangan puluhan tahun lalu, mungkin ada sedikit pertanyaan. Mengapa perjalanan saat ini lebih lambat dengan perjalanan yang dilakukan zaman dahulu?

Tenang, itu bukan hanya perasaan Anda semata. Perjalanan penerbangan sebenarnya memang telah lebih lambat selama beberapa dekade terakhir.

Masalah utamanya adalah ekonomi bahan bakar. "Akan lebih cepat mengonsumsi lebih banyak bahan bakar per mil penumpang," kata profesor Aeronautika dan Astronautika Mark Drela, dikutip dari Travel and Leisure, Senin (14/5).

Pelambatan tersebut pun terjadi dengan alasan yang sederhana. Dan, sama sekali tidak mengejutkan. Kecepatan yang lebih lambat menghemat uang.

Baca juga: Lima Fakta Ketika Berada dalam Pesawat

Laporan artikel tahun 2014 dari MIT School Of Engineering menyatakan, kecepatan jelajah untuk pesawat komersial sekarang berkisar antara sekitar 480 dan 510 knot, dibandingkan dengan Boeing 707 selama tahun 1960-an bisa mencapai 525 knot.

"Ini terutama benar dengan mesin jet 'high-bypass' yang lebih baru dengan kipas depan berdiameter besar," kata Drela.

Menurut Drela, pembuat pesawat saat ini sebenarnya menyukai pesawat yang lebih kecil, lebih ringan. Sebab itu, membuat lebih lambat yang memuncak efisiensi bahan bakarnya pada kecepatan yang lebih lambat.

Menurut kabar dari NBC News pada tahun 2008, JetBlue menghemat sekitar 13,6 juta dolar AS setahun dalam bahan bakar jet dengan menambahkan hanya kurang dari dua menit ke penerbangannya. Satu penerbangan Northwest Airlines dari Paris ke Minneapolis menghemat 162 galon bahan bakar dengan menambahkan hanya delapan menit ke penerbangan.

Saat ini banyak pilot menggunakan perencana rute penerbangan untuk memetakan rute yang paling efisien bahan bakar. Sehingga itu pun akan berimbas dengan pengeluaran yang lebih sedikit bagi maskapai.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES