Rabu, 5 Zulqaidah 1439 / 18 Juli 2018

Rabu, 5 Zulqaidah 1439 / 18 Juli 2018

Liang Tembo, Destinasi Wisata Unik Sitaro

Sabtu 14 April 2018 21:06 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Gua tengkorak

Gua tengkorak

Foto: divetrip.com
Liang tembo atau Gua Tengkorak penuh kisah dan nuansa mistis.

REPUBLIKA.CO.ID, SITARO -- "Liang Tembo" menjadi salah satu destinasi wisata andalan baru, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Lokasi ini memang menyimpan sejumlah keunikan yang menarik untuk didatangi.

"Liang tembo berarti gua kepala, karena memang di tempat itu ada 12 tengkorak kepala manusia dan berlokasi di Dusun Tanganga, Desa Tanaki, Siau barat Selatan, Sitaro," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sitaro, Eddy Salindeho, di Ondong, Sitaro, Sabtu (14/4).

Ia mengatakan, "liang tembo" memiliki keunikan karena sering dianggap sebagai gua keramat dan punya kekuatan mistik oleh warga sekitar, bahkan oleh umumnya penduduk asli daerah tersebut.

Seorang pemandu wisata lepas, di Tanaki, bernama Jokman Harani, mengatakan "liang tembo" konon merupakan tempat tengkorak 12 kakak beradik, yang merupakan leluhur dusun Tanganga Tanaki yang dalam bahasa lokal disebut "yupung".

"Di antara 12 orang ini, ada seorang perempuan yang sangat terkenal keberanian dan kehebatannya bernama Dorongdasi, sehingga diabadikan oleh masyarakat dalam tarian lokal Sitaro," katanya.

Menurut Jokman, dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, "liang tembo" banyak dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara, yang mau melihat keberadaan tempat itu dan mendengarkan cerita mistik dibaliknya.

Bahkan menurutnya, warga lokal Sitaro, juga menjadikan "liang tembo" sebagai lokasi kunjungan sehingga setiap hari tempat itu ramai oleh pengunjung.

Dia bertutur, berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat, "liang tembo", sering dijadikan sebagai tempat perlindungan terutama pada saat orang-orang Mangindano datang menyerang, maka secara mistis akan dibantu oleh tengkorak ke-12 yupung itu.

"Ternyata orang-orang yang datang menyerang dan menjarah desa tersebut, dihalaukan secara misterius, sehingga warga sangat menghormati dan menghargai tempat itu sebagai "liang tembo".

Seorang wisatawan asal Jerman bernama Heiko M Schauer, yang sedang mengunjungi tempat itu, mengaku merasa ada keanehan saat berada di situ, tetapi senang. "Rasanya aneh namun menyenangkan bisa berada di yang penuh misteri seperti ini," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES