Rabu, 5 Zulqaidah 1439 / 18 Juli 2018

Rabu, 5 Zulqaidah 1439 / 18 Juli 2018

Kak Rose Dukung Pengembangan Wisata Pulau Bawean

Sabtu 14 April 2018 16:35 WIB

Rep: Muhyidin/ Red: Yudha Manggala P Putra

Rosalina Musa atau Kak Ros.

Rosalina Musa atau Kak Ros.

Foto: Instagram/rosalinamusa
Orang tua Rosalina Musa adalah orang Bawean.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi asal Singapura yang menjadi komentator di ajang Dangdut Academy Asia, Rosalina Musa atau yang akrab disapa Kak Rose mendukung program pengembangan wisata Pulau Bawean. Hal ini disampaikan Kak Rose saat bertemu dengan panitia program Sail Indonesia 2018 di Jakarta, Jumat (13/4).

"Orang tua saya orang Bawean, saya mendukung semua program wisata Pulau Bawean," ujar Kak Rose saat ditemui Republika.co.id di Jakarta, Jumat (13/4).

Meskipun tinggal lama di Singapura, Kak Rose mengaku tidak pernah melupakan tanah kelahiran orang tuanya di Pulau Bawean. Karena cintanya yang besar terhadap Bawean, Kak Rose pun pernah menggunakan baju tradisional Bawean di D'Academy Asia 3, program acara dangdut di salah satu stasiun televisi nasional di Indonesia.

Menurut Kak Rose, kebaya hitam yang dipakainya tersebut juga merupakan suatu upaya untuk mempromosikan wisata pulau yang juga dikenal sebagai titik nun dari Pulau Jawa tersebut. "Kebaya tersebut harus menjadi baju khas Bawean," ucapnya.

Sementara itu, Tim Program Sail Indonesia 2018 yang bertemu Kak Rose, Ahmad Najid menjelaskan bahwa Pulau Bawean akan menjadi salah satu tempat singgah 200 kapal layar atau yacht pada 2-5 Oktober 2018 mendatang. 200 kapal tersebut merupakan peserta program Sail Indonesia 2018 yang datang dari berbagai belahan negara dunia.

Menurut pria kelahiran Pulau Bawean ini, program bertaraf internasional ini juga sebagai upaya untuk mengembangkan wisata bahari Pulau Bawean, yang letaknya 80 mil ke arah utara Kabupaten Gresik, Jawa Timur. "Jadi yang penting Wonderful Sail Indonesia itu adalah magnet untuk pengembangan Bawean," kata Najid saat bertemu dengan Kak Rose.

Najid menambahkan, untuk mematangkan penyambutan 200 kapal yacht tersebut, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman juga telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terkait persiapan Sail Indonesia 2018. Rapat tersebut dipimpin Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari, Indroyono Soesilo di Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Jakarta, Senin (9/4) lalu.

Rapat tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Gresik ,Moh. Qosim, Direktur Utama Airfast Indonesia, Kepala Dinas Pariwisata Gresik, Kepala Bapelitbangda Gresik, Perwakilan Masyarakat Bawean, serta Tim Percepatan Homestay dan Bidang II TPPWB.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES