Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Wisman Australia ke Bali Menurun Jumlahnya

Senin 12 Maret 2018 08:46 WIB

Red: Indira Rezkisari

Wisatawan bermain bola di pantai Kuta, Bali, Selasa (6/2).

Wisatawan bermain bola di pantai Kuta, Bali, Selasa (6/2).

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Australia berkontribusi 24 persen dari total wisman yang ke Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Wisatawan Australia yang menikmati panorama alam serta keunikan seni budaya Bali mencapai 86.658 orang selama bulan Januari 2018. Jumlah itu tercatat menurun 4.857 orang (5,31 persen) dibandingkan dengan bulan Januari 2017 yang tercatat 91.515 orang.

"Meskipun masyarakat negeri Kanguru berwisata ke Bali itu berkurang, namun posisinya naik peringkat dari posisi kedua menjadi pertama dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Pulau Dewata," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Senin (12/3).

Ia mengatakan kenaikan peringkat dengan menggeser poisi Cina dari urutan pertama menjadi kedua itu berkat semakin banyaknya wisatawan Australia berliburan ke Bali, serta dampak pengetatan wisatawan China ke Bali akibat aktivitas vulkanik Gunung Agung. "Wisatawan Australia itu sebagian besar ke Bali dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya lewat Bandara Ngurah Rai Bali dan hanya 1.704 orang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar," katanya.

Australia mampu memberikan kontribusi 24,20 persen dari total wisman dari berbagai negara yang datang ke Bali sebanyak 358.065 orang selama Januari 2018. Jumlah itu menurun 94.595 orang (22,30 persen) dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 460.824 orang.

"Tahun 2017, wisatawan Australia ke Bali sebanyak 1.094.974 orang, atau menurun 48.183 orang atau 4,21 persen dibandingkan dengan tahun 2016 yang mencapai 1.143.157 orang," katanya.

Hal itu menunjukkan masyarakat Australia tetap bergairah untuk menikmati panorama alam serta keunikan seni budaya Bali yang diwarisi masyarakat daerah ini secara turun temurun. Bahkan, mereka menganggap Bali sebagai "rumah kedua", selain membaiknya perekonomian negeri tersebut serta didukung situasi keamanan yang makin baik.

Dari sepuluh negara terbanyak pemasok wisman ke Bali selama bulan Januari 2018 hanya tiga negara yang mengalami peningkatan dan tujuh negara lainnya mengalami penurunan. Ketiga negara yang masyarakatnya semakin bergairah ke Bali meliputi India meningkat 65,62 persen dari 17.520 orang pada Januari 2017 menjadi 29.016 orang pada Januari 2018, Rusia meningkat 4,52 persen dari 12.427 orang menjadi 12.989 orang dan Malaysia bertambah 6,63 persen dari 12.134 orang menjadi 12.938 orang.

Tujuh negara lainnya yang masyarakatnya berkurang, selain Australia juga Cina 68,17 persen, Jepang 17,38 persen, Inggris 2,30 persen, Amerika Serikat 6,84 persen, Korea Selatan 38,51 persen dan Singapura 12,37 persen.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA