Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Warisan Dunia yang Wajib Dikunjungi Sebelum Terancam Hilang

Selasa 23 Januari 2018 17:03 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Hazliansyah

Gajah liar Sumatera bernama Seruni (40 Tahun) melahirkan seekor anak yang belum diketahui kelaminnya di komplek Hutan Talang, Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja, Riau.

Gajah liar Sumatera bernama Seruni (40 Tahun) melahirkan seekor anak yang belum diketahui kelaminnya di komplek Hutan Talang, Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja, Riau.

Foto: dok. KLHK
Salah satunya adalah Hutan Hujan Sumatra, Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) telah berusaha keras melindungi tempat-tempat yang ditetapkan sebagai situs warisan dunia. Namun, selalu ada faktor yang mengancam keberadaannya, mulai dari perang, perubahan iklim, sampai turis yang tak bertanggung jawab.

Setiap tahun, UNESCO selalu menambah daftar situs warisan dunia yang berada dalam bahaya dan tahun ini terdiri dari 54 lokasi. Berikut adalah sejumlah situs yang perlu dikunjungi sebelum benar-benar menghilang, dikutip dari laman Travel and Leisure.

- Hutan Hujan Sumatra, Indonesia

UNESCO mendaftar tiga taman nasional di Sumatra (Gunung Leuser, Kerinci Seblat, dan Bukit Barisan Selatan) yang mewakili potensi konservasi jangka panjang. Akan tetapi, banyak hal menyebabkan kondisi hutan dan taman nasional di sana terancam, dengan kurang dari 15 ribu fauna yang tersisa hidup di alam bebas.

- Taman Nasional Everglades, Florida

Ingin melihat manate atau lembu laut? Segera rencanakan perjalanan ke Taman Nasional Everglades, Florida, sekarang juga. Cagar alam ini masuk dalam daftar bahaya sejak tujuh tahun silam karena penurunan level air yang disebabkan pembangunan kota, aktivitas pertanian, dan polusi yang mengancam spesies laut.

- Makam Kasubi, Uganda

Makam Kasubi yang terletak di Kampala, Uganda, adalah kuburan untuk empat raja Buganda yang dijuluki kabaka. Pada 2010, makam yang dibangun pada 1882 dan dijadikan peristirahatan terakhir sejak 1884 ini hampir sepenuhnya hancur akibat sebuah insiden kebakaran.

- Chan Chan, Peru

Pada masa kejayaannya 600 tahun lalu, Chan Chan adalah kota terbesar pada peradaban Amerika pra-Columbus dengan populasi sebanyak 60 ribu penduduk. Bekas ibu kota Kerajaan Chimu ini masih menunjukkan dinding tanah yang memisahkan sembilan benteng, tetapi lambat-laun berpotensi terkikis karena air hujan.

- Liverpool, Inggris

Selain menjadi kota kelahiran grup musik The Beatles, Liverpool memegang peranan penting dalam perkembangan Kerajaan Britania Raya karena pernah menjadi pelabuhan utama. Pembangunan modern dikhawatirkan akan merusak bangunan bersejarahnya, termasuk Museum Perbudakan Internasional yang ada di kota tersebut.

Selain lokasi yang telah disebutkan, masih ada belasan tempat yang kian terancam dan perlu kesadaran banyak pihak untuk melindunginya. Beberapa di antaranya yaitu Taman Nasional Niokolo-Koba di Senegal, hutan hujan Atsinanana di Madagaskar, Rio Platano di Honduras, Pusat Sejarah Shakhrisyabz di Uzbekistan, dan Cagar Alam Tenere di Niger.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES