Jumat, 8 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018

Jumat, 8 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018

Kampung Warna Warni Lubuklinggau tak Sekadar Penuh Warna

Sabtu 13 Januari 2018 13:42 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Gita Amanda

Kampung warna-warni juga terdapat di Jodipan di tepian Sungai Brantas, Jawa Timur.

Kampung warna-warni juga terdapat di Jodipan di tepian Sungai Brantas, Jawa Timur.

Foto: Raisan Al Farisi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, LUBUKLINGGAU -- Kampung Warna Warni di Lubuklinggau semula hanyalah perkampungan kumuh yang dihindari oleh warga sekitar. Transformasi perkampungan kumuh ini menjadi Kampung Warna Warni ternyata tak hanya membawa perubahan fisik pada bangunan warga, tetapi juga membawa perubahan besar bagi kehidupan penduduk setempat.

"Dulu masyarakat di sini senyum sama orang lain susah. Sama orang nggak ramah," ujar Ketua PKK Lubuk Linggau Iin Parlina saat ditemui Republika.co.id di Kampung Warna Warni, Lubuklinggau.

 

Di samping itu, Iin mengatakan banyak rumah warga yang tidak memiliki fasilitas MCK sebelum transformasi dilakukan. Akibatnya, banyak warga yang melakukan buang air besar ataupun kecil di sungai yang terletak di belakang perkampungan.

 

Di masa lalu, sampah juga cukup mudah ditemukan berserakan di jalan maupun sungai.  Banyak warga terkena penyakit seperti diare karena sanitasi lingkungan tak terjaga dengan baik. Tak hanya itu, Iin mengatakan praktik sabung ayam hingga penyalahgunaan narkoba pernah ditemukan di perkampungan tersebut.

 

"Dulu nggak ada yang mau ke sini," sambung Iin.

 

Pascatransformasi, jejak-jejak muram perkampungan ini di masa lalu seakan tak terlihat lagi. Perkampungan yang semula tampak kumuh kini terlihat menarik dengan bangunan yang dicat berwarna-warni. Sampah yang berserakan tak lagi ditemukan di jalanan karena penduduk setempat sudah tertib untuk membuang sampah di tempat yang telah disediakan.

 

Iin juga mengatakan saat ini penduduk setempat tak lagi buang air besar sembarangan karena fasilitas MCK sudah tersedia di rumah. Sumber air yang didapatkan warga juga berasal dari air PAM ataupun ari sumur yang bersih.

 

"Setelah menjadi Kampung Warna Warni dan sosialisasi dari tim PKK, masyarakat lebih mengerti soal hidup sehat, PHBS-nya," ungkap Iin.

 

Wisatawan yang datang berkunjung ke Kampung Warna Warni di Lubuklinggau pun tak disambut dengan sapaan hangat penduduk sekitar. Keamanan lingkungan Kampung Warna Warni pun terjaga dengan baik. Sebagian warga juga kini bisa mendapatkan penghasilan dengan berjualan di dalam lingkungan Kampung Warna Warni.

 

"Ada masyarakat yang buat kemplang tunu atau kemplang panggang, ada bongkol yang kayak lemper. Itu makanan khas di sini," terang Iin.

 

Total rumah yang dicat menjadi penuh warna di Kampung Warna Warni adalah 98 rumah yang berasal dari dua RT yaitu RT 5 dan RT 6. Pemandangan Kampung Warna Warni di Lubuk Linggau ini paling menarik jika dilihat dari Bukit Sulap. Warna-warna cerah yang terpancar dari kampung tersebut seakan memancarkan harapan baru dan optimisme untuk masa depan penduduk yang lebih baik.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Brasil Menang di Masa Injury Time

Jumat , 22 Juni 2018, 21:30 WIB