Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Bersantai di Pantai Burong Mandi Belitung

Jumat 12 January 2018 18:26 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Indira Rezkisari

Pantai Burong Mandi, Belitung

Pantai Burong Mandi, Belitung

Foto: Republika/Dea Alvi Soraya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hamparan pasir putih, dipadukan jernihnya air laut yang membentuk gradasi warna putih hingga biru tersaji cantik ketika tiba di Pantai Burong Mandi, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung. Terdapat beberapa fasilitas untuk bersantai seperti ayunan, kursi panjang untuk berjemur, hingga pendopo untuk beristirahat. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati beragam olahan ikan di tenda-tenda kedai makanan.

Salah satu warga, Polo menceritakan, Pantai Burong Mandi dulunya dapat diibaratkan sebagai kolam bagi para burung untuk mandi. Burung-burung yang berasal dari hutan di belakang pantai biasanya akan memenuhi pantai saat pagi hari. Saking banyaknya burung yang memenuhi pantai, air laut seakan berubah menjadi putih karena tertutup tubuh dan sayap para burung. Karena itulah pantai yang terletak di Belitung bagian Timur ini dijuluki sebagai Pantai Burong Mandi.

"Dulu banyak sekali burung yang mandi di sini (Pantai Burong Mandi), tapi sekarang sudah tidak ada lagi karena sudah banyak manusia, jadi mereka takut," kata Polo.

Sejak bertambahnya manusia yang memutuskan untuk menetap di wilayah pesisir Pantai Burong Mandi, populasi burung pun semakin sedikit. Menurut Polo, ada yang menjadi sasaran para pemburu, ada pula yang berimigrasi di daerah yang lebih sepi. Polo mengaku tak tahu jenis burung tersebut, namun bentuknya sedikit mirip dengan burung camar, karena memiliki bulu berwarna putih dan kaki yang panjang.

Selain itu, Pantai Burung Mandi juga terkenal dengan ikan krisi. Ikan krisi adalah ikan lokal Kepulauan Belitung. Ikan yang memiliki corak kuning pada bagian ekor dan corak merah muda pada hampir seluruh tubuhnya sejenak akan mengingatkan anda pada ikan pisang-pisang yang juga memiliki corak kekuningan pada bagian ekor. Bentuk dan ukuran ikan krisi juga hampir sama dengan ikan pisang-pisang, dengan panjang sekitar 20 sentimeter atau sejengkal orang dewasa.

Cara membakar ikan krisi juga khas. Jika Anda mungkin biasa membakar dengan arang, maka warga Desa Burong Mandi biasa membakar ikan krisi dengan sabut kelapa. Menurut Polo, alasan dipilihnya sabut kelapa sebagai bahan untuk membakar ikan adalah karena dapat menghasilkan api yang stabil dan tidak mudah padam, selain itu sabut kelapa juga menghasilkan harum yang khas pada ikan.

"Bakar jadi lebih cepat, ikan juga jadi harum," kata dia.

Hampir seluruh warga Desa Burong Mandi bermata pencarian sebagai nelayan, tak aneh jika banyak perahu yang terparkir di pesisir pantai. Puluhan perahu berwarna cerah, seperti merah, kuning, hijau, dan biru berbaris rapih sambil menunggu laut pasang. Perahu yang dinamai Kater ini sedikit berbeda dengan perahu kayu pada umumnya, karena ukurannya yang mungil.

Kater hanya dapat menampung satu hingga dua penumpang saja. Selain itu terdapat dua bilah bambu yang memanjang dari sisi kanan ke sisi kiri perahu. Terdapat pula dua bambu dengan ukuran yang lebih besar yang ada masing-masing ujung bambu di sisi kiri dan kanan. Bambu tersebut, kata Polo berfungsi sebegai penyeimbang perahu saat ombak sedang tinggi.

Sisi bagian depan dan belakang Perahu Ketar juga dibuat lebih pipih dengan bagian runcing diujungnya. Menurut Polo, ujung pipih pada Perahu Ketar berfungsi untuk membelah ombak dan memudahkan nelayan berlayar. Namun, dua sisi penyeimbang tersebut, kata dia rawah patah karena hanya terbuat dari sebilah bambu.

Bagi pecinta tantangan, jika mengunjungi Pantai Burong Mandi disarankan untuk mencoba mengarungi lautan dengan si mungil Ketar, sambil menikmati deburan ombak dan angin laut yang membuai. Tak lupa pemandangan pulau-pulau kecil yang membungkus Pantai Burong Mandi.

Salah satu pengunjung, Ladeva mengaku takjub dengan pemandangan yang tersaji di hadapannya. Hari itu adalah kali pertamanya dia menginjakkan kaki di tanah Belitung, meski begitu dia mengaku sangat senang dan puas dengan pemandangan yang disajikan pulau laskar pelangi ini.

"Ayo datang ke Belitung, jelajahi keindahan Belitung dan karena pasti tidak akan bosan. Selain itu, kita juga bisa mentafakuri nikmat dari Allah setelah melihat keindahan yang tersaji di sini," kata Ladeva.

photo

Pantai Burong Mandi, Belitung

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES