Minggu, 21 Ramadhan 1440 / 26 Mei 2019

Minggu, 21 Ramadhan 1440 / 26 Mei 2019

DIY Luncurkan Paket Wisata Murah

Selasa 01 Agu 2017 12:44 WIB

Red: Esthi Maharani

 Jalan Malioboro di Yogyakarta.

Jalan Malioboro di Yogyakarta.

Foto: Antara/Noveradika

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta akan kembali meluncurkan paket "Jogja Heboh" atau paket wisata murah pada September 2017.

"'Jogja Heboh' akan kembali kami luncurkan meski saat ini okupansi rata-rata hotel sudah cukup tinggi," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunagoro, Selasa (1/8).

Menurut dia, paket wisata murah itu kembali diluncurkan karena program serupa yang diluncurkan pada Januari 2017 tidak efektif berjalan. Paket wisata yang diselenggarakan bersama Asosiasi Tour dan Travel Agen (Asita) DIY itu sebelumnya tidak efektif karena pihak penerbangan belum mendukung dengan penyediaan penerbangan murah langsung ke Yogyakarta.

"Kami berharap September bisa kami luncurkan kembali dengan perbaikan konsep dan sudah ada yang mau bekerja sama dengan kami," kata dia.

Sejumlah maskapai penerbangan nasional yang sebelumnya dilibatkan dalam paket murah itu di antaranya Garuda Indonesia, City Link, Lion Air, Sriwijaya Air, Express Air, Silk Asia, dan AirAsia. Ia mengatakan hotel yang bergabung dalam paket itu akan menawarkan diskon hingga 60 persen. Sedangkan biro perjalanan akan memberikan paket perjalanan murah.

Istijab mencatat ada 28 hotel berbintang di Yogyakarta yang mengikuti program "Jogja Heboh" itu, yakni Hotel The Cube, Hotel Pesona Malioboro, Gallery Prawirotaman, Grand Zuri, Hotel Abadai, Hotel Tentrem, Hotel Prima, Hotel Prayogo, Villa Kali Opak, Hotel Neo Awana, Hotel Hom Platinum, Hotel Nueve, Hotel Cakra Kembang, Hotel Student, Hotel Cavinton, Hotel Rosalia, Ros In, De Laxton, Hotel Jojakarta Plaza, Hotel fave Kotabaru, Hotel 101, Hotel Quin Colombo, Hotel Ruba Graha, Hotel Zest, Hotel Horison, LPP Convention, LPP Garden, serta Atrium Resort Yogyakarta.

Menurut dia, okupansi perhotelan di Yogyakarta sejak awal Juli 2017 telah meningkat seiring dengan masa puncak (high season) pengunjung. "Sekarang sudah meningkat dengan okupansi tertinggi hingga 80 persen untuk hotel di ring satu," kata dia.

Menurut dia, selain di zona ring satu yang berada di kawasan Malioboro, tingginya okupansi juga terjadi di zona ring dua yang ada di kawasan Tugu Yogyakarta yang mencapai 70 persen dan zona ring tiga di kawasan Jalan Kaliurang yang mencapai 50 persen.

"Harapannya okupansi bisa naik lagi saat libur akhir pekan," kata dia.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA