Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Festival Indonesia Kembali Digelar di Moskow

Selasa 01 Agustus 2017 12:28 WIB

Red: Indira Rezkisari

Kota Moskow, Rusia.

Kota Moskow, Rusia.

Foto: EPA

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- KBRI Moskow kembali akan menyelenggarakan Festival Indonesia ke-2, sebagai tindak lanjut dari keberhasilan Festival tahun tahun lalu yang dihadiri lebih dari 68 ribu orang yang digelar di Hermitage Garden. Festival ini akan dihelat dari tanggal 4 hingga 6 Agustus mendatang.

Festival di salah satu taman terkenal seluas 6 hektare di pusat kota Moskow kali ini mengambil tema "Visit Indonesia: Enjoy its Diversity" bertujuan untuk memperkenalkan obyek wisata daerah lain di Indonesia, demikian keterangan Pensosbud KBRI Moskow, Selasa (1/8). Berbeda dengan tahun lalu, festival kali ini diawali dengan "Business Forum" pada tanggal 4 Agustus bertempat di Hotel Interncontinental Moskow rencananya dihadiri sekitar 300 pengusaha, baik dari Rusia maupun dari Indonesia.

Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, dijadwalkan menyampaikan pembicara kunci, dan pada sore harinya Mendag secara resmi membuka Festival Indonesia ke-2 di panggung utama, Hermitage Garden. FestivaI Indonesia juga akan dihadiri lima gubernur, delapan bupati/wali kota serta sekitar 600 orang, yang terdiri dari kalangan bisnis/pejabat pemerintah dan seniman dari berbagai provinsi di Indonesia.

Duta Besar Federasi Rusia dan Republik Belarus M. Wahid Supriyadi, mengatakan pada festival tahun lalu memberikan hasil yang nyata dilihat dari nilai perdagangan yang meningkat sekitar 33,4 persen atau sebesar 2,6 miliar dolar AS. Ekspor naik 45 persen dan Indonesia mengalami surplus 1,8 miliar dolar AS. Jumlah wisatawan Rusia yang berkunjung ke Indonesia pada kuartal pertama juga meningkat sebesar 77 persen menjadi sekitar 37 ribu orang atau tertinggi dibanding negara-negara lain, ujarnya.

Dikatakannya untuk pertama kalinya Indonesia memiliki "Permanent Product Display" seluas 200 M2 di Food City, yang "soft launching"-nya dilakukan mantan Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel bulan April lalu. Pada tanggal 5 Agustus, Mendag RI direncanakan meninjau Permanent Product Display Indonesia di Food City, yang diikuti Kepala Daerah dan pengusaha Indonesia.

Diharapkan produk makanan Indonesia yang saat ini sudah mulai dikenal di Rusia dapat mengisi kekosongan pasar yang ditinggalkan Uni Eropa senilai 13,5 miliar dolar AS, akibat tindak balasan Rusia terkait sanksi yang diterapkan AS dan negara Barat. Festival mendapat dukungan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perdagangan diisi dengan 70 gerai (booth) yang akan memajang produk Indonesia, terutama UKM, kopi, tekstil, pakaian, kerajinan tangan, suvenir, dan lainnya merupakan peningkatan lebih dari 100 persen dibandingkan tahun lalu, yang hanya 30 gerai.

Mengakomodasi kepentingangan bisnis, panitia menyediakan tempat "business matching" bagi pengusaha Indonesia dan Rusia untuk dapat melakukan "one-on-one meeting" selama berlangsungnya tiga hari Festival Indonesia. Festival juga akan diramaikan dengan pertunjukkan kesenian dan budaya dari berbagai daerah. Selain itu, grup jazz Legendaris Indonesia "Krakatau" akan tampil di panggung utama pada tanggal 6 Agustus mendatang.

Pertunjukan wayang Kulit dengan dalang Dr Eddy Pursubaryanto dari UGM akan tampil dalam bentuk lokakarya dan di panggung utama di akhir acara dengan penabuh gamelan, yang sekitar 50 persen Warga Rusia. Sehari sebelum pembukaan festival di Hermitage Gardem, juga diadakan "Indonesia-Russia Business Forum ke-2" dihadiri Mendag RI. Ekspor kelapa sawit Indonesia merupakan ekspor kedua terbesar di Rusia setelah peralatan mesin dan laboratorium. Seminar dimaksud untuk membuka wawasan masyarakat Rusia bahwa minyak kelapa sawit aman dikonsumsi, sebagaimana minyak nabati lainnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Spanyol Taklukkan Iran 1-0

Kamis , 21 Juni 2018, 03:21 WIB