Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Posong, Saksi Sejarah Perjuangan Pasukan Pangeran Diponogoro

Ahad 16 Apr 2017 17:11 WIB

Rep: Rizma Riyandi/ Red: Winda Destiana Putri

Wisata Alam Posong.

Wisata Alam Posong.

Foto: Youtube

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG – Dibalik keindahan panoramanya, Posong menyimpang sebuah sejarah yang tidak diketahui banyak orang. Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, lereng Gunung Sindoro yang masuk ke area Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung itu sempat menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa dalam melawan penjajah.

Pasalnya area lereng tersebut pernah menjadi Pos pertahanan prajurit Pangeran Diponogoro saat melawan pasukan Belanda. “Kalau berdasarkan cerita warga, dulu di sini merupakan Pos Prajurit Pangeran Diponogoro,” kata Pengelola Destinasi Wisata Posong, Fasiin belum lama ini.

Namun karena pasukan penjajah berhasil mengendus keberadaan pos rahasia tersebut, akhirnya para prajurit pindah ke Lereng Sindoro yang lokasinya jauh lebih tinggi di sebelah utara. Lantaran ditinggalkan, pos itu kemudian disebut dengan Posong yang merupakan singkatan dari Pos Kosong.

Selama berpuluh-puluh tahun area pun Posong dibiarkan tak terurus. Akibatnya semak belukar dan pepohonan liar tumbuh begitu saja, lalu membuat lokasi tersebut tampak seperti kebun warga biasanya.

Namun seiring berjalannya waktu, Posong kembali ditemukan dan mulai dikelola secara profesional sebagai destinasi wisata sejak 2009 lalu. Selain memiliki panorama yang cantik, lokasi Posong mampu membuat mata menjangkau area yang cukup luas.

Dari sana, siapapun bisa melihat seluruh wilayah Kabupaten Temanggung secara jelas. Maka itu tak heran jika Posong sempat dijadikan sebagai pos penyerangan dan pertahanan oleh Pasukan Pangeran Diponorogo. Sebab dari sana, Pasukan Pangeran Diponogoro bisa memantau pergerakan Belanda.

Namun saat ini Posong telah berubah wujud menjadi salah satu lokasi wisata favorit di Kabupaten Temanggung. Beberapa wahana outdoor pun ada di sana. Seperti flying fox dan gardu pandang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Temanggung Agus Sarwono menyampaikan, saat ini Posong dikelola oleh masyarakat setempat. Keberadaannya sebagai lokasi wisata pun diintegrasikan dengan Desa Wisata Tlahab.

Menurut Agus, saat ini Posong sudah dikenal banyak orang. Bahkan hingga ke mancanegara. “Tapi ke depannya kita tetap berharap agar Posong bisa semakin menjadi destinasi wisata favorit bagi masyarakat pecinta alam,” katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Persija Menang 3-0 Atas Persela

Selasa , 20 Nov 2018, 20:53 WIB