Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Mengintip Sejarah Hok Lay Kiong, Klenteng Tertua di Bekasi

Sabtu 26 September 2015 16:00 WIB

Rep: MGROL50/ Red: Winda Destiana Putri

Hok Lay Kiong, klenteng tertua di Bekasi

Hok Lay Kiong, klenteng tertua di Bekasi

Foto: Google

REPUBLIKA.CO.ID, Klenteng adalah sebutan untuk tempat ibadah penganut kepercayaan tradisional Tionghoa di Indonesia pada umumnya.

Di Bekasi, tepatnya di wilayah Desa Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, ada sebuah klenteng tertua, yang sudah berdiri kurang lebih 350 tahun.

Berada di gang terpencil, klenteng ini sangatlah mencolok. Dengan ornamen berwarna merah, yang menurut kepercayaan orang Cina adalah warna pembawa keburuntungan. Tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah para penganut agama Tionghoa dan Konghucu, klenteng ini juga sering dijadikan tempat wisata atau study tour (kunjungan).

Hok Lay Kiong sendiri memiliki arti yakni istana yang mendatangkan rezeki. Oleh karnanya, klenteng ini dipercaya oleh agama Tionghoa dan Konghucu sebagai tempat yang bisa mendatangkan rezeki bagi siapa saja yang berkunjung.

Seperti halnya dengan penganut agama Islam yang selalu mengunjungi Masjid setiap hari Jumat untuk menjalankan ibadah shalat, kleteng Hok Lay Kiong juga selalu ramai para pemuja agama dari pelbagai wilayah secara rutin setiap tanggal 1 dan 15, sesuai kalender Cina.

Namun menurut Asin, kepala keamanan di klenteng Hok Lay Kiong, klenteng ini tidak diketahui siapa pendirinya, dan tidak ada data peninggalan dari pengurus terdahulu.

"Sayang, padahal sering banyak yang tanya kapan berdirinya, tapi pihak pusat sendiri tidak tahu, apalagi saya," ujar Asin saat Republika.co.id kunjungi Jumat (25/9) siang.

Setiap 3 atau 4 tahun sekali, klenteng ini selalu berganti kepengurusan. Dan pemimpinnya dipilih oleh para pengurus di kantor pusat yang berada tepat disebelah klenteng, yakni Yayasan Pancaran Tridharma Bekasi "Wihara Budha Dharma".

"Berganti pengurus terus, makannya suasanya selalu berganti. Sering direnovasi juga, tapi tetap tidak menghilangkan jejak terdahulu," sambung Asin.

Di klenteng, terdapat beberapa altar (tempat permohonan). Di masing-masing altar kita bisa memohon sesuai keinginan. Misalkan, kita ingin mendapatkan jodoh, kita bisa mengunjungi altar Kwan In Posat, dan setelah itu pemuja akan mengambil sebuah angka, dan di angka itu akan tertulis kapan kalian mendapatkan jodoh. Dan masih banyak lagi altar-altar lainnya. Altar Dewa adalah Hwan Thian Siang Tee, di altar ini semua permohonan bisa Anda panjatkan.

"Ini altar Dewa kalau kata orang agama ini, pokoknya apapun yang dipengen bisa langsung diminta di altar ini," ungkap Aidin, pembersih klenteng.

Klenteng ini juga menjadi tempat beberapa perayaan seperti perayaan Tabur Sial dan Pukul Bedug. Perayaan paling besar yang diadakan di sini biasanya tahun baru Imlek, yang diakhiri dengan perayaan Cap Go Meh, yaitu perayaan akhir dari tahun baru Imlek.

Saat ada persembayangan ataupun perayaan, siapapun masih bisa masuk dan melihat-lihat klenteng Hok Lay Kiong ini, asalkan tetap bisa menjaga sopan santun dan etika, agar tidak mengganggu kekhusu-an para pemuja. Klenteng Hok Lay Kiong di buka dari pukul 6 pagi hingga 11 malam, sehingga Anda bisa sepuasanya mengunjungi klenteng tertua di Bekasi ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jamaah Haji Berwukuf di Arafah

Senin , 20 August 2018, 23:56 WIB