Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Menu Restoran yang Ditulis Tangan Lebih Menarik Pelanggan

Rabu 27 Feb 2019 08:48 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Menu dari restoran Wafu

Menu dari restoran Wafu

Foto: yourrestaurants.com.au
Menu restoran yang ditulis tangan diidentikkan dengan menu makanan sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Secara umum, kita lebih banyak melihat restoran dengan tulisan-tulisan menu yang sudah dicetak modern atau memanfaatkan komputer. Namun, kini ada studi baru yang menunjukkan hal menarik.

Hasil studi itu mengungkap, restoran yang daftar menunya ditulis tangan dianggap memiliki menu makanan yang lebih sehat dibandingkan dengan restoran yang daftar menunya diketik. Studi baru dari The Ohio State University itu menyatakan bahwa restoran seperti itu punya kesempatan lebih baik untuk menarik pelanggan yang sadar kesehatan.

Mengapa bisa demikian? Dilansir laman New York Post, Rabu (27/2), ternyata tulisan tangan dianggap memberikan kesan lebih peduli kepada pelanggan. Tulisan tangan adalah bukti upaya yang lebih untuk menunjukkan cinta. Di samping itu, pembeli juga mempertimbangkan dengan melihat komposisi menu.

Dalam proses penelitian, para peneliti menganalisis 185 peserta dengan menawarkan dua menu berbeda dari sebuah restoran Riley's Kitchen. Menu pertama ditulis dengan font populer Helvetica dan satu lagi dalam tulisan yang lebih informal.

Setengah dari pelanggan diberi tahu bahwa restoran itu menyajikan bahan-bahan lokal, bahan makanan tidak termodifikasi secara genetika (non-GMO), dan bebas antibiotik. Sebagiannya lagi, hanya diberi menu saja tanpa diberitahu komposisi detail menu.

Hasilnya, pengunjung yang berusia antara 20 hingga 84 tahun merasa bahwa opsi yang terakhir adalah makanan yang lebih sehat, meskipun jenis menu yang ditawarkan sebenarnya identik. Itu karena tulisan menunya dianggap menarik oleh pelanggan.

"Mereka merasa tulisan menu tersebut seperti dibuat dari hati, lebih banyak usaha, dan lebih banyak cinta di dalamnya," kata rekan penulis studi, Stephanie Liu.

Para peneliti menemukan bahwa ketika pelanggan percaya bahwa menu tersebut mengandung "cinta," mereka juga cenderung berinteraksi dengan merek restoran di media sosial. Selain itu, mereka tidak kapok melakukan kunjungan kembali.

Sayangnya, memang tidak semua restoran dengan menu yang ditulis tangan dianggap sama rata. Faktor lain yang menrntukan pastinya menu yang ditawarkan harus bergizi dan dibuat dari bahan alami.

"Ini tidak akan berlaku untuk merek makanan cepat saji yang menjual hamburger berkualitas rendah," kata Liu, yang studinya diterbitkan dalam Journal of Business Research itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA