Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

7 Kesalahan Ini Bisa Bikin Wawancara Gagal Total

Ahad 03 Feb 2019 13:12 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Wawancara kerja/ilustrasi

Wawancara kerja/ilustrasi

Foto: usgreentechnology.com
Buatlah pewawancara terkesan dengan kehadiran Anda di dalam ruang wawancara.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menciptakan kesan pertama di hadapan orang yang baru dikenal itu penting, terutama saat sesi wawancara kerja. Kesan pertama muncul pada detik-detik awal, misalnya dari cara berjalan memasuki suatu ruangan.

Namun, pelamar sering mengabaikan kesan pertama sehingga peluang untuk mendapat pekerjaan menjadi berkurang. Dalam praktiknya, Anda tidak perlu menjadi orang lain untuk membuat orang terkesan.

Menjadi diri sendiri sudah lebih dari cukup. Jika ingin memperbesar peluang kerja, Anda bisa menghindari hal-hal yang dapat memicu terjadi kegagalan saat wawancara kerja.

Lalu, apa saja yang menghambat kesuksesan wawancara kerja? Seperti dikutip dari Cermati.com, tujuh kesalahan ini yang ternyata bisa bikin wawancara gagal total.

photo

Persiapan menjelang wawancara kerja. Ilustrasi

Datang tanpa Persiapan yang Matang

Sebelum memasuki ruang wawancara, pastikan Anda sudah mempersiapkan semuanya secara matang, termasuk jawaban atas pertanyaan yang diberikan perusahaan. Tunjukkan ketertarikan Anda kepada perusahaan melalui jawaban yang disampaikan.

Selain menyiapkan mental, pastikan Anda membawa seluruh dokumen yang dibutuhkan saat melamar kerja. Perusahaan tidak akan meminta dokumen ini, tetapi dokumen ini bisa dijadikan sebagai bahan bacaan sebelum wawancara dimulai.

Review isi dari dokumen secara menyeluruh agar Anda bisa menjawab pertanyaan dengan baik dan lengkap sesuai dengan apa yang dituliskan.

Kurang Memerhatikan Penampilan

Kalimat don’t judge people from its cover itu memang tidak salah, tetapi memerhatikan penampilan sebelum wawancara kerja sangat penting untuk memberikan kesan positif dan profesional.

Coba bayangkan jika penampilan Anda acak-acakan, pewawancara manapun pasti akan geleng-geleng kepala dan kehilangan antusiasme untuk mewawancarai.

Sebelum memasuki ruang wawancara, pergilah ke kamar mandi untuk melihat penampilan di cermin, apakah sudah layak atau tidak. Jika kerah baju dan rambut belum rapi, rapikan diri terlebih dahulu.

Datang Terlambat

Pastikan Anda datang tepat waktu ke lokasi di mana wawancara kerja berlangsung. Lalu, bagaimana jika -mengalami kendala di jalan- ban kendaraan tiba-tiba bocor di jalan raya? Apakah pewawancara akan memaklumi kejadian ini? Tidak.

Pewawancara tidak memberikan toleransi apapun kepada pelamar selama sesi wawancara kerja. Itu sebabnya kenapa Anda perlu menyiapkan semuanya secara baik, termasuk kendaraan.

Ingat, nasib Anda pada momen ini ada di tangan perusahaan. Jika Anda tidak bisa menghargai kesempatan yang diberikan, jangan berharap perusahaan juga akan menghargai perjuangan Anda selama ini.

Menghindari Tatap Muka dan Kontak Mata

Hal yang wajar jika Anda merasa gugup dan takut selama sesi wawancara, tetapi usahakan agar ketakutan ini tidak terlampau kelihatan.

Pastikan Anda menatap wajah para pewawancara dan melakukan kontak mata dengan orang yang sedang berbicara. Sebab, kesan pertama bisa muncul melalui kontak mata.

Agar Anda lebih pede menatap mata si pewawancara, sisihkan waktu untuk latihan di rumah. Ajak teman untuk berbicara, lalu tatap matanya secara seksama. Anggap teman sebagai orang yang akan mewawancarai Anda agar sesi latihan menjadi lebih serius.

Masuk ke Ruangan tanpa Mengetuk Pintu

Selain penampilan dan cara berbicara, kesan pertama juga muncul dari cara Anda memasuki ruan wawancara. Sebelum masuk, ketuklah pintu sebanyak tiga kali dan langkahkan kaki dengan mantap ketika pewawancara memberikan izin untuk masuk.

Hal yang sama juga berlaku saat duduk di kursi yang telah disediakan. Biarkan pewawancara memberikan izin terlebih dahulu. Setelah itu, barulah Anda bisa duduk dengan nyaman.

Hindari kesan tidak sopan selama sesi wawancara berlangsung. Sebab, perilaku yang Anda tunjukkan akan memengaruhi penilaian para pewawancara.

Posisi Tangan yang Salah

Pikirkan posisi tangan saat berbicara dengan pewawancara. Hindari melipat tangan di atas meja karena sikap ini dianggap tidak sopan. Jangan pula meletakkan tangan di dalam saku celana seperti Anda sedang berusaha menyembunyikan sesuatu dari hadapan pewawancara.

Posisi tangan yang benar adalah diletakkan di atas pangkuan, baik dalam posisi terlipat atau terbuka. Anda boleh mengangkat atau menggerakkan tangan jika ingin menjelaskan sesuatu, yang terpenting masih dalam konteks yang wajar dan sopan di hadapan pewawancara.

Asyik dengan Diri Sendiri

Ingat dengan siapa Anda sedang berbicara. Jangan asyik dengan dunia sendiri sehingga Anda terkesan mengabaikan pewawancara yang ada di depan Anda.

Perhatikan setiap kalimat yang diucapkan pewawancara untuk memudahkan Anda saat menjawab pertanyaan. Jika ada hal-hal yang kurang dimengerti, sebaiknya tanyakan langsung kepada pewawancara.

Jangan takut untuk bertanya. Pewawancara paham betul jika Anda kehilangan sedikit konsentrasi selama wawancara kerja, tetapi pastikan kalau pikiran tidak melayang ke mana-mana.

Persiapan Matang Memberikan Hasil yang Maksimal

Buatlah pewawancara terkesan dengan kehadiran Anda di dalam ruang wawancara. Persiapkan diri secara matang dan hindari hal-hal yang sudah dijelaskan di atas agar hasil wawancara tidak gagal total dan sesuai dengan harapan Anda.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA