Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Rutinitas Pagi Para CEO dan Pengusaha Menuju Kesuksesan

Jumat 22 Jun 2018 05:43 WIB

Rep: Adinda Pryanka / Red: Nur Aini

Setiap orang sebenarnya unik dan berpeluang untuk sukses (ilustrasi)

Setiap orang sebenarnya unik dan berpeluang untuk sukses (ilustrasi)

Foto: convergancemedia.com
Para CEO dan pengusaha sukses mengawali hari mulai 06.30 setelah tidur 7 jam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Cara seseorang memulai harinya merupakan unsur penting menuju kesuksesan. Studi yang diinisiasi My Morning Routine mengumpulkan wawancara dengan 268 CEO dan pengusaha paling makmur di dunia, mulai dari Arianna Huffington hingga mantan Navy SEAL Letnan Stew Smith. Hasilnya, mereka mengawali hari dari pukul 06.30 WIB setelah lebih dari tujuh jam tidur.

Sebanyak 78 persen dari responden melakukan aktivitas fisik sebelum bekerja dan 64 persen di antaranya bermeditasi atau berolahraga yoga saat mengawali harinya. Banyak dari mereka yang menyimpan perangkat elektronik di luar kamar semalaman untuk bisa beristriahat secara maksimal.

Hannah Urbanek dari Think Productive, salah satu penyedia pelatihan manajemen waktu terkemuka di dunia, mengatakan, dampak dari aktivitas pagi akan berbeda bagi tiap orang. "Yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak berhasil bagi orang lain. Jika bangun pukul 5 pagi sesuai dengan tubuh Anda, bagus. Mungkin juga Anda lebih suka beraktivitas di jam 10 pagi dan itu juga hebat," tuturnya, dilansir di Huffington Post, Jumat (22/6).

Pada zaman modern saat ini, Urbanek menyebutkan, cara bekerja menjadi hambatan besar bagi seseorang mencapai kesuksesan. Para pekerja rata-rata menghabiskan waktunya untuk mencari informasi yang dibutuhkan dalam tumpukan data. Sebanyak 80 persen waktu di kantor dihabiskan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi, hingga menghabiskan waktu seseorang untuk bekerja serius.

Kerap kali, ketika kita menundukkan kepala mencoba berkonsentrasi, muncul gangguan dari rekan kerja, panggilan telepon, atau notifikasi e-mail. Urbanek menganjurkan agar kita memanfaatkan waktu pada pagi hari secara efektif untuk menghadapi hambatan-hambatan ini.

Tip utama yang disampaikan Urbanek adalah persiapkan diri sejak sehari sebelumnya. "Jadikan hidup kita lebih mudah dengan menyiapkan sebanyak mungkin pada malam sebelum bekerja. Kemas tas dan tulis to do list untuk hari berikutnya. Cara ini membuat pagi kita akan lebih efektif," tuturnya.

Bangun lebih awal menjadi poin kedua. Apabila kita bukan termasuk morning person atau orang yang bisa beraktivitas pada pagi hari, mulailah kebiasaan secara bertahap. Hal itu seperti, biasanya bangun pukul 07.00 WIB, coba untuk bangun esok hari pada pukul 06.45 WIB. Manfaatkan alarm untuk mencapai target.

Namun, Urbanek menganjurkan agar tidak terlalu banyak menetapkan daftar apa yang harus dikerjakan. "Realistislah dengan tugas kita dan waktu yang kita miliki. Buat daftarnya agar tetap singkat dan mudah dikelola," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES