Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

Tips dari Kang Abik Bagi Penulis Pemula

Ahad 22 April 2018 23:00 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Citra Listya Rini

Penulis Habiburrahman El Shirazy memaparkan penjelasan pada kegiatan bedah buku karangannya berjudul Merindu Baginda Nabi pada Islamic Book Fair 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Ahad (22/4).

Penulis Habiburrahman El Shirazy memaparkan penjelasan pada kegiatan bedah buku karangannya berjudul Merindu Baginda Nabi pada Islamic Book Fair 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Ahad (22/4).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Cerita terasa lebih hidup kalau penulis mampu menggambarkan lokasi yang diceritakan dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penulis novel Islami, Habiburrahman El Shirazy atau yang biasa disapa Kang Abik memberikan tips khusus bagi penulis pemula agar bisa menghidupkan lokasi yang diceritakan di dalam novel. 

Sebab, cerita akan terasa hidup kalau penulis mampu menggambarkan lokasi yang diceritakan dengan baik. Hal ini disampaikan oleh Kang Abik saat hadir sebagai narasumber beda buku terbarunya yang berjudul "Merindu Baginda Nabi".

Menurut Kang Abik, menceritakan sebuah tempat, kota atau negara dengan baik dan detail sangat diperlukan dalam sebuah karya. Itu agar pembaca seakan-akan berada di lokasi tersebut. 

"Pertama kali sebelum pembaca itu harus dirimu dulu sebagai penulis itu harus merasa ada di sana, kalau penulis tidak merasa ada di sana, bagaimana bisa mengajak pembaca," jelas Kang Abik di Islamic Book Fair (IBF) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Ahad (22/4).

Untuk mendukung detail lokasi, sambung Kang Abik, penulis juga perlu melakukan riset langsung. Kang Abik memberikan contoh, dalam novel "Merindu Baginda Nabi, dia langsung riset ke Malang, Jawa Timur. Bahkan, Kang Abik, mengaku sebagian besar novel yang diterbitkan oleh Republika Penerbit itu ditulis di Malang.

"Waktu saya langsung ke Malang, anda cari nama tempatnya, baksonya juga ada seperti di dalam novel. Tapi tentu pesantrennya tidak ada, karena ini kan novel, cerita fiksi," kata Kang Abik.

Kemudian, jika kebetulan penulis belum pernah ke lokasi yang diceritakan dalam karyanya, maka dia bisa meminjam mata, telinga orang lain. Kang Abib memberikan contoh, dalam novelnya yang menggambarkan tentang Rusia secara detail, padahal dia sendiri belum pernah ke sana.

Oleh karena itu, Kang Abik bisa menggambarkan lokasi dengan bantuan orang lain. "Saya meminjam mata dan telinga orang yang sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di Rusia sehingga seakan-akan saya pernah ke sana," ujar Kang Abik. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES