Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Jangan Suka Mengeluhkan Pekerjaan, Ini Alasannya

Ahad 26 Mar 2017 13:40 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Winda Destiana Putri

Mengeluhkan pekerjaan. Ilustrasi.

Mengeluhkan pekerjaan. Ilustrasi.

Foto: Metro

REPUBLIKA.CO.ID, Curhat soal pekerjaan setelah tiba di rumah rasanya memang sangat melegakan. Tetapi, berkeluh kesah soal tumpukan tugas, rekan kerja, intrik di kantor, atau betapa lelahnya pekerjaan bukan hal yang dianjurkan oleh para pakar.

Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam European Journal of Work and Organizational Psychology, mengeluhkan pekerjaan punya dampak buruk yang serius. Kebiasaan itu disebut akan membuat seseorang semakin membenci pekerjaannya.

Peneliti menganalisis 112 pekerja dengan meminta mereka menuliskan buku harian soal pekerjaan selama tiga hari berturut-turut. Para partisipan juga ditanyai mengenai apa saja pengalaman buruk dalam sehari dan menilai seberapa besar hal negatif itu mempengaruhi suasana hati selama bekerja.

Semakin sering mereka komplain, membesar-besarkan masalah kecil, dan fokus pada hal yang salah, semakin banyak pengalaman negatif yang mereka rasakan. Para partisipan yang demikian cenderung punya mood buruk, juga merasa tidak puas dan tidak bangga terhadap pekerjaannya.

Tidak hanya sehari, buruknya suasana hati dan sikap 'membenci' pekerjaan itu berlanjut pada hari berikutnya. Artinya, kebiasaan mengeluh tidak hanya akan merusak selama satu hari, tetapi juga punya dampak berkepanjangan terhadap kebahagiaan dan semangat bekerja.

Sebaliknya, ketika peserta studi tidak mengeluh, hal negatif yang terjadi selama bekerja tidak akan mengusik mood. Mereka tetap fokus bekerja, puas terhadap pekerjaan, dan bangga dengan prestasi kerja yang telah dicapai.

Para pakar merekomendasikan untuk membatasi kebiasaan mengeluhkan gangguan-gangguan kecil dalam pekerjaan. Jika masalah bermunculan, segera selesaikan dengan komunikasi langsung dan tak perlu memusingkan hal-hal yang tidak bisa diubah, dilansir dari laman Metro.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA