Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Memetik 6 Pelajaran Wirausaha dari Game of Thrones

Jumat 20 May 2016 07:58 WIB

Rep: Adysha Citra R/ Red: Indira Rezkisari

Adegan dari Game of Thrones.

Adegan dari Game of Thrones.

Foto: dok HBO

REPUBLIKA.CO.ID, Serial televisi Game of Thrones yang saat ini sedang berlangsung dengan musim penayangan keenamnya ternyata tidak hanya menawarkan cerita yang menarik. Di balik intrik perebutan tahta yang menjadi tema kental dari Game of Thrones, ternyata ada pelajaran bermanfaat yang bisa diserap para wirausahawan.

Berikut ini ialah enam pelajaran mengenai wirausaha yang 'tersembunyi' dalam serial televisi Game of Thrones seperti dilansir Life Hack.

Jangan Berutang Apa Pun Pada Orang Lain

Salah satu kalimat terkenal yang kerap dilontarkan oleh klan atau keluarga Lannister dalam Game of Thrones ialah "Seorang Lannister selalu membayar utang-utangnya". Jika Lannister menggunakan nilai tersebut untuk menjustifikasi pembunuhan, wirausahawan dapat menggunakan nilai tersebut untuk memajukan bisnisnya.

Wirausahawan kerap membutuhkan pinjaman modal untuk mengembangkan usahanya. Akan tetapi, dalam rangka mencapai tujuan meraih untung, wirausahawan tidak boleh lupa untuk membayar utang-utangnya agar bisnis yang dijalankan tetap stabil.

Ketika seorang wirausahawan membirakan utangnya menumpuk, maka gerbang menuju kejatuhan akan terbuka lebar. Kondisi utang yang menumpuk dan membuat bisnis menjadi tak stabil juga dapat dimanfaatkan oleh pesaing untuk merebut pekerja serta relasi dari sang wirausahawan.

Sebaliknya, jika sang wirausahawan dapat membayar tiap utangnya tepat waktu, maka ia akan mendapat banyak manfaat. Sang wirausahawan akan dianggap sebagai pebisnis yang dapat diandalkan dan serius. Hal ini akan membuat banyak kolega yang akan datang untuk menawarkan kerjasama.

Jangan Takuti Masa Sulit

Si Littlefinger atau Petyr Baelish dari Game of Thrones memiliki satu kalimat pamungkas yang dapat dijadikan acuan bagi wirausahawan, yaitu 'Kekacauan itu bukan sebuah lubang (untuk jatuh), tetapi sebuah tangga". Bagi seorang wirausahawan, masa-masa sulit merupakan waktu terbaik untuk berjuang dan belajar banyak hal.

Di masa-masa sulit ini, para wirausahawa dapat belajar untuk bertindak cepat dan berani untuk mengambil keputusan berani. Jika sang wirausahawan berhasil 'selamat' dari badai masa-masa sulit, maka akan datang waktu bagi usahanya untuk bersinar kelak.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA