Rabu, 6 Syawwal 1439 / 20 Juni 2018

Rabu, 6 Syawwal 1439 / 20 Juni 2018

Kunjungan Wisatawan Asing ke Bali Naik 19 Persen

Senin 15 Januari 2018 10:42 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Desa Visesa atau Visesa Resort Hotel dan Villa merupakan destinasi wisata yang sedang hits di Ubud, Bali. Desa wisata ini mengintegrasikan kehidupan alam dan budaya lokal ke dalam pengalaman berwisata.

Desa Visesa atau Visesa Resort Hotel dan Villa merupakan destinasi wisata yang sedang hits di Ubud, Bali. Desa wisata ini mengintegrasikan kehidupan alam dan budaya lokal ke dalam pengalaman berwisata.

Foto: Republika/Mutia Ramadhani

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali meningkat sebanyak 896.691 orang pada periode Januari hingga November 2017. Jumlah itu naik 19,99 persen dibanding periode periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 4,48 juta orang. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho menjelaskan, dari sepuluh negara terbanyak memasok wisatawan ke Bali, dua di antaranya mengalami penurunan.

Wisatawan Australia yang berlibur ke Bali selama periode Januari-November 2017 tercatat 1.015.752 orang, menurun 31.644 orang atau 3,02 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1.047.396 orang.

"Meskipun masyarakat negeri kangguru ke Bali berkurang, namun menempati peringkat kedua terbanyak memasok turis ke Bali setelah Cina," kata Kepala Adi Nugroho, Senin (15/1).

photo

Wisatawan berfoto di Pura Taman Ayun, Kabupaten Badung, Bali, Senin (25/12).

Ia mengatakan, masyarakat Australia sangat bergairah untuk menikmati panorama alam serta keunikan seni budaya Bali yang diwarisi secara turun temurun. Bahkan mereka menggap Bali sebagai "rumahnya yang kedua", disamping perekonomian negeri tersebut semakin membaik serta didukung situasi keaman daerah ini semakin mantap.

Masyarakat Australia ke Bali sebagian besar melalui Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya dan 11.517 orang yang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar.

Adi Nugroho menjelaskan, kunjungan turis Australia mampu memberikan kontribusi sebesar 18,87 persen dari total wisman berliburan ke Bali sebanyak 5,38 juta orang selama sebelas bulan periode Januari-November 2017.

Selain Austalia, kunjungan turis Malaysia juga turun 2,66 persen dari 159.101 orang pada sebelas bulan pertama 2016 menjadi 154.874 orang pada periode yang sama 2017. Delapan negara yang masyarakatnya semakin banyak ke Bali meliputi Cina meningkat 51,52 persen, menyusul India 48,25 persen, Jepang 9,85 persen, Inggris 12,29 persen, Amerika Serikat 16 persen, Perancis 8,60 persen, Jerman 17,03 persen dan Korea Selatan 23,05 persen.

Ketua Asita Bali Ketut Ardana dalam kesempatan terpisah mengatakan, pascaerupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem destinasi wisata di Bali umumnya masih aman untuk dikunjungi, kecuali dalam radius enam kilometer dari gunung tertinggi di Pulau Dewata itu.

Hingga saat ini pelayanan pariwisata masih berlangsung normal apalagi sebagian besar objek wisata hingga akomodasi wisata berada di Kabupaten Badung, Gianyar dan Denpasar yang jauh dari kawasan rawan bencana itu.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA