Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

Pariwisata Semarang Dilirik Cina

Kamis 13 July 2017 18:18 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Sejumlah wisatawan berkunjung di Obyek Wisata Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/3).

Sejumlah wisatawan berkunjung di Obyek Wisata Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/3).

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pesona pariwisata di Kota Semarang, Jawa Tengah, makin diminati oleh pemerintah kota di negara Eropa dan Asia. Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Split (Kroasia) dan Ulsan (Korea Selatan) berkunjung dan menjajaki kerja sama di bidang pariwisata dengan Pemerintah Kota Semarang.

 

Kini, giliran Pemkot Jianyanag (Cina) mendatangi dan menawarkan kerja sama di bidang pariwisata dengan Kota Atlas tersebut. Rombongan delegasi Pemkot Jianyang mendatangi kantor Wali Kota Semarang untuk menyampaikan langsung keseriusannya. Pimpinan delegasi, Yang Xin Qiang, Jianyang City Party Secretary, mengatakan Kota Semarang mempunyai kedekatan dengan Cina. 

 

Salah satunya lewat faktor historis. Laksamana Cheng Ho yang merupakan warga Cina berlabuh ke Semarang. Saat ini, juga telah dibangun Klenteng Sam Poo Kong di Simongan, Gedung Batu, Kota Semarang. Tidak jauh dari Sungai Banjir Kanal Barat (BKB), yang bermuara ke Laut Jawa. Juga tidak terlalu jauh dari Bandara Ahmad Yani, Kota Semarang.

 

“Mudah-mudahan antara pemerintah Semarang dan Jianyang bisa menjalin kerja sama, dimulai dari bidang pariwisata. Semarang dan Jianyang sama-sama punya tempat wisata yang menarik,” ujar Yang Xin Qiang dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (13/7).

 

Niatan delegasi Jianyang mendapat respons positif dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Dia mengatakan, ada banyak destinasi wisata di Kota Semarang yang bisa ditawarkan. Mulai dari wisata reliji seperti Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Agung Semarang (Kauman), dan Klenteng Sampoo Kong. Ada pula wisata kota yakni Lawang Sewu dan Kota Lama. Sedangkan wisata edukasi, yakni Bonbin Mangkang, Taman Lele, Museum Mandala Bhakti. Sementara untuk wisata kuliner terdapat pusat oleh-oleh di Pandanaran. 

 

"Kami juga tengah mengembangkan wisata alam Air Terjun Kalipancur dan Kampung Pelangi di mana ada sekitar 390 rumah yang dicat berwarna-warni seperti pelangi," kata Hendrar.

 

Dia mengatakan kerja sama tersebut dapat membuka lebih luas pemasaran produk-produk dari Kota Semarang, mengingat pasar di Cina sangatlah besar. Pemkot Semarang diundang berkunjung ke Jianyang pada November. Hendrar akan mengajak beberapa pengusaha di Semarang. "Kerja sama ini akan berdampak baik terhadap dunia usaha. Ke depan, kerja sama bisa semakin diperluas," ujarnya.

 

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, tidak heran melihat Semarang yang banyak diminati negara lain untuk diajak kerja sama. Menurut Arief, Kota Semarang cukup lengkap sebagai atraksi. Selain destinasi wisatanya, akses menuju Semarang juga sudah sangat mudah. "Dalam pengembangan destinasi pariwisata itu, rumusnya 3A, yakni atraksi, akses dan amenitas. Khusus akses inilah yang salah satunya yang menjadi keunggulan Semarang," ujarnya.

 

Pria asal Banyuwangi ini juga mengapresiasi upaya mengembangkan Bandara Ahmad Yani Semarang. Konsepnya dinilai sangat kreatif karena bandaranya dikembangkan bukan hanya sebagai sarana aksesibilitas, tapi juga estetika pendongkrak atraksi wisata.

 

Arief mengatakan Bandara Ahmad Yani di Semarang bisa menjadi ikon wisata, bukan semata-mata infrastruktur transportasi. "Ini memberikan harapan baru bagi pariwisata Indonesia yang oleh Presiden Joko Widodo sudah ditetapkan sebagai core economy bangsa," kata dia.

 

Sumber : Kemenpar
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES